Diundang Andi Surya, Legenda Tinju Filipina Manny Pacquaio: Mudah-mudahan Saya Bisa ke Lampung


ANGGOTA DPD RI asal Lampung Andi Surya dan Manny Pacquaio saat bertemu di Manila, Filipina, Senin, 20/11/2017 | ist

MANILA, duajurai.co – Lawatan Badan Kehormatan DPD RI ke Badan Kehormatan Senat Filipina di Manila, pada Senin, 20/11/2017, menyisakan kesan mendalam bagi anggota DPD RI asal Lampung Andi Surya. Bukan saja karena lahirnya kesepakatan kedua lembaga untuk bertukar informasi terkait pengelolaan badan etik, namun juga momen pertemuan Andi dengan dua legenda hidup Filipnia.

Keduanya merupakan sosok yang terkenal bukan hanya di negeri itu, tapi hingga mancanegara. Mereka ialah senator Gregorio Ballesteros “Gringo” Honasan dan senator  Emanuel Dapidran “Manny” Pacquaio.

Kolonel Gringo Honasan yang menjadi salah satu pimpinan Senat Philipina dalam pertemuan tersebut, merupakan mantan tokoh militer paling fenomenal di negeri itu. Meski demikian, sosoknya lebih dikenal berkat catatan sejarah panjang sebagai sosok pemberontak yang berulangkali mengupayakan kudeta.

Kisah pemberontakannya ditoreh sejak people power 1986. Ia adalah salah satu aktor Revolusi EDSA. Kala itu, Honasan memimpin pasukannya mengudeta Presiden Ferdinand Marcos. Ratusan ribu rakyat menjadi perisai hidup bagi Sang Kolonel. Marcos pun terpaksa lari ke Guam, lantas ke Hawaii.

Sejak itu, jejak Rambo-nya Asia ini tak pernah sepi dari kisah pemberontakan. Bagi para presiden Filipina, Honasan bagai duri dalam daging: Sebaliknya, bagi banyak rakyat Filipina, pria tampan kelahiran 1948 ini merupakan simbol kepahlawanan dan ikon revolusi.

“Kepada kami, Honasan menyatakan senang sekali bisa bertemu dengan para senator Indonesia yang merupakan perwakilan dari berbagai daerah di Nusantara,” tutur Andi Surya kepada duajurai.co via pesan Whatsapp, Selasa, 21//11/2017.

Sementara Manny Pacquaio adalah legenda tinju dunia asal Filipina. Pria berjuluk Pacman ini merupakan petinju Asia pertama yang berhasil meraih gelar juara tinju profesional di enam kelas berbeda, atau kedua di dunia setelah Oscar de la Hoya.

Andi Surya berkesempatan berkenalan dan berbincang dengan pria kelahiran 1978 yang kini banting setir menjadi senator tersebut. “Apa kabar, Mr Pacman? Bagaimana karier tinju Anda?” ujar Andi menyapa Pacman.

Pacman menjawab, “Saya sudah tidak lagi bertinju. Saat ini waktu saya lebih banyak dihabiskan untuk mengurus rakyat Filipina sebagai senator.”

Andi tak menyia-nyiakan momen untuk mengundang Pacman berkunjung ke Indonesia. “Saya secara resmi mengundang Mr Senator Pacquaio melawat ke Badan Kehormatan DPD RI di Jakarta. Dan tentu saja saya mengundang Anda untuk datang ke daerah saya, Lampung, untuk menikmati pantai dan kuliner di sana!”

“Terima kasih, barangkali saya dan teman-teman Senator Filipina akan mengatur waktu untuk memenuhi undangan ini. Mudah-mudahan saya bisa menginjakkan kaki di tempat Anda, Lampung,” jawab Pacman dengan ramah seraya menggenggam tangan Andi Surya.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top