Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Asep Warga Bandar Lampung Nekat Jadi Kurir Ganja


Mapolres Bandar Lampung menggelar ekspose penangkapan Asep Mulyadi (25), warga Bandar Lampung yang tertangkap sedang mengantarkan paket ganja kering, Jumat, 17/11/2017. Tersangka mengaku melakoni pekerjaan tersebut untuk membiayai pengobatan anaknya | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Asep Mulyadi (25), warga Jalan Komodor Adi Sucipto, Gang Serumbun nomor 1, Kebunjeruk, Bandar Lampung mengaku terpaksa menjadi pengantar ganja kering lantaran kebutuhan ekonomi. Ia yang sehari-hari bekerja sebagai office boy, terdesak kebutuhan dana untuk membiaya pengobatan anaknya yang masih berusia 6 bulan.

“Anak saya sakit demam, butuh uang untuk berobat. Dengan mengantar paket ini, saya dapat imbalan Rp300 ribu,” kata Asep saat ekspose di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bandar Lampung, Jumat, 17/11/2017.

Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Mapolres Bandar Lampung Komisaris Polisi (Kompol) Indra Herliantho mengatakan, tersangka Asep didapati membawa  satu bungkus besar daun ganja kering. Tersangka ditangkap saat melintas di Jalan Dr Harun I, Bandar Lampung pada Rabu, 15/11/2017 sekitar pukul 23 WIB, oleh anggota Polresta yang tengah berpatroli. “Anggota kami yang sedang berpatroli mencurigai gerak-gerik pria tersebut. Kemudian, anggota memberhentikan dan mengamankan tersangka. Setelah digeledah, ada satu bungkus besar ganja di dalam bajunya,” kata dia.

Kompol Indra menambahkan, saat dimintai keterangan, Asep mengaku bahwa barang haram tersebut milik rekannya yang saat ini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi. “Dari tersangka, barang bukti yang diamankan adalah satu bungkus besar daun ganja kering, satu handphone merek blackberry, dan satu unit motor yang digunakan saat membawa ganja,” sambungnya.

Polisi kini tengah melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kasus ini, dan memburu rekan Asep yang merupakan pemilik Ganja kering tersebut. Sementara, Asep mesti mendekam di jeruji besi, dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, Asep dijerat dengan pasal 114 ayat 2, Subsider pasal 111 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.(*)

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top