Musim Hujan Rentan Flu…Bunda, Batuk-Pilek Tidak Butuh Antibiotik


Ilustrasi Influenza | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co– Memasuki musim hujan, penyakit batuk dan pilek rentan menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Tidak jarang batuk pilek ini diobati dengan antibiotik. Dilansir dari akun instagram Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat), Rabu, 15/11/2017, batuk pilek pada dasarnya tidak membutuhkan antibiotik.

Sama dengan flu, batuk-pilek merupakan penyakit umum pada anak-anak dan dewasa. Penyakit ini sering ditemui saat perubahan cuaca, atau jika seseorang mengalami kelelahan. Dr. Arifianto SpA dalam blognya mengatakan, batu-pilek yang tidak mengakibatkan sesak napas, tidak perlu mengonsumsi antibiotik. Penggunaan antibiotik dapat menimbulkan efek samping yang sangat berbahaya. “Data di Amerika menyatakan, obat-obatan pereda gejala batuk-pilek berada di dalam daftar 20 obat tersering  menyebabkan kematian pada anak balita,” tulisnya.

Menurutnya, batu-pilek dan flu termasuk dalam common cold, yakni penyakit yang terjadi akibat infeksi virus. Infeksi ini akan sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Dalam blog-nya dr Arif tidak menganjurkan penggunaan antibiotik sebagai obat. Antibiotik seperti Antihistamin, Antitusif, Dekongestan, dan Ekspektoran dinilai tidak efektif meredakan gejala batu-pilek.

Pada akhirnya, hal yang bisa dilakukan yakni pencegahan. Misalnya dengan menggunakan masker saat batuk-pilek, atau sering mencuci tangan setelah menangani anak yang batuk-pilek. Selain itu, Ia juga merekomendasikan untuk menggunakan produk yang dikategorikan sebagai suplemen dan alternatif. Misalnya, mengonsumsi madu atau menggunakan balsam vapor rub yang dapat mengurangi batuk di malam hari. Penggunaannya pun harus memperhatikan apakah anak alergi atau tidak.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top