Jumlah Penduduk Bergeser, KPU Bandar Lampung Sampaikan Rencana Perubahan Dapil


KETUA KPU Kota Bandar Lampung Fauzi Heri menyampikan rencana perubahan dapil DPRD setempat saat Bimtek Penataan Dapil di Palembang, kemarin. Rencana perubahan dapil itu karena jumlah penduduk di Kota Bandar Lampung mengalami pergeseran. | Situs KPU Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – KPU Kota Bandar Lampung menyampaikan simulasi penataan Daerah Pemilihan (Dapil) DPRD setempat dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penataan Dapil di Palembang, Sumatera Selatan, kemarin. Berdasar Data Agregat Kependudukan Kecamatan (DAK2) Semester I 2017, terjadi pergeseran jumlah penduduk Kota Bandar Lampung yang mengakibatkan perubahan kursi di dua dapil, sehingga prinsip proporsionalitas terlanggar.

Ketua KPU Kota Bandar Lampung Fauzi Heri mengatakan, pergeseran jumlah penduduk tersebut mengakibatkan alokasi kursi terendah berkurang menjadi enam kursi, dan terbanyak tetap sepuluh kursi. Berdasar kondisi itu, KPU Bandar Lampung telah mendesain simulasi dapil dengan mengutamakan prinsip proporsional sebagai dasar perubahan dapil.

“Dalam forum ini, saya ingin menyampaikan persoalan dapil DPRD Kota Bandar Lampung serta bertanya kepada Komisioner KPU RI Bapak Ilham Saputra, apakah dalam kondisi seperti itu dimungkinkan kami melakukan perubahan Dapil?,” kata Fauzi, seperti dikutip dari laman KPU Bandar Lampung, Rabu, 15/11/2017.

Dia melanjutkan, berdasar formulir EB-1 tentang Rekapitulasi Jumlah Perolehan Suara Sah Parpol Pemilu Anggota DPRD Kota Bandar Lampung pada 2014, terdapat ketidaksetaraan suara yang mengakibatkan harga kursi tidak setara antara satu dapil dengan dapil lainnya. Nilai kursi terakhir antara dapil yang memiliki alokasi kursi terbanyak berbeda dengan dapil dengan alokasi kursi terendah. “Prinsip kesetaraan suara dalam Pemilu Anggota DPRD Kota Bandar Lampung pada 2014 juga terlanggar. Harga kursi terakhir di dapil 1 hanya 4.367 suara sah, sedangkan di dapil lainnya di atas lima ribu suara,” ujarnya.

Berdasarkan simulasi yang dibuat dengan menggunakan DAK2 Semester I tahun 2017, terjadi penurunan jumlah penduduk dan mutasi penduduk antarkecamatan. Akibatnya, dapil 3 yang jumlah kursinya semula mencapai 7 kursi berkurang menjadi 6 kursi. Kemudian, dapil 4 yang sebelumnya mencapai 8 kursi bertambah menjadi 9 kursi.

“Berdasarkan kondisi itu kami merencanakan adanya perubahan dapil. Pada prinsipnya, kami mengutamakan kesetaraan nilai suara dan proporsionalitas alokasi kursi antardapil. Desain dapil ini jika disetujui KPU RI akan kami sampaikan melalui KPU Provinsi Lampung, dan kami sosialisasikan kepada stakeholder dan masyarakat saat uji publik,” kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Ilham menyatakan, mutasi penduduk yang mengakibatkan pergeseran alokasi kursi dapat dijadikan dasar untuk melakukan penataan dapil. KPU Kota Bandar Lampung diminta untuk melanjutkan tahapan penataan dapil dengan memberikan alternatif desain dapil, dan melakukan uji publik terhadap simulasi tersebut.

“Mutasi penduduk yang mengakibatkan perubahan jumlah kursi sehingga alokasinya menjadi tidak proporsional, dapat dijadikan dasar untuk penataan Dapil. KPU RI akan menerima alasan penataan dapil itu sepanjang alasan tersebut masuk akal dan dapat diterima. Selanjutnya, usulan penataan dapil tersebut dikonsultasikan kepada KPU provinsi untuk disampaikan kepada KPU RI agar dapat ditetapkan,” ujar Ilham.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top