Hasil Investigasi Walhi Lampung Soal Tambak di TNBBS


DIREKTUR Walhi Lampung Hendrawan menyampaikan hasil investigasi ihwal pembangunan tambak di kawasan TNBBS. Ekspose hasil investigasi berlangsung di Hotel Sheraton, Bandar Lampung, Rabu, 15/11/2017. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung menyampaikan hasil investigasi pembangunan Tambak di Pekon Bandar Dalam dan Pelebaran Jalan Patroli Way Heni-Way Haru di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Kecamatan Bengkunat Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat. Ekspose hasil investigasi berlangsung di Hotel Sheraton, Bandar Lampung, Rabu, 15/11/2017.

Direktur Walhi Lampung Hendrawan mengatakan, pihaknya melakukan investigasi berdasar informasi dari masyarakat. Informasi dimaksud, yakni ada aktivitas mobilisasi alat berat berupa ekskavator menuju Pekon Way Haru Kecamatan Bengkunat Belimbing. Lokasi tersebut berbatasan langsung dengan wilayah konservasi TNBBS.

“Kami kemudian melakukan investigasi ke lapangan untuk melihat dan memantau langsung aktivitas di wilayah tersebut. Kami lakukan investigasi sebanyak tiga kali, dalam rentang Oktober hingga November 2017,” kata dia.

Hendrawan menduga, PT Delivra Sinar Sentosa yang membuka lokasi tambak pada areal enclave Way Haru. Sedangkan izin prinsip yang diterbitkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk lokasi dimaksud telah diterbitkan untuk PMA atas nama PT Indomarine Aquaculture Farm.

“Tim menemukan pembangunan tambak di tanah Enclave, Marga Belimbing, Pekon Bandar Dalam. Setidaknya sekitar 15 kolam tambak dengan luas per kolam kurang lebih 50×50 meter sudah dibangun. Lokasi tambak itu dipasang garis polisi. Polda Lampung telah menghentikan aktivitas di sana sejak bulan ini,” ujarnya.

Meski tak ditemui aktivitas pekerjaan perusahaan, namun terdapat sejumlah alat berat. beberapa di antaranya satu unit buldoser pemadat, dua unit buldoser Land Clearing, tujuh ekskavator, dan empat unit dump truck. Kemudian, satu uni pick up serta beberapa tower tanki dan drum, beserta penjaga yang berada di basecamp tambak. “Setelah kami telusuri, aktivitas pembukaan tambak itu belum memiliki izin lingkungan atau Amdal,” kata dia.

Selain itu, tambah Hendrawan, ditemukan juga aktivitas pelebaran jalan patroli Haru. Di sana terdapat daerah enclave Way Haru dengan jumlah penduduk lebih kurang 5.000 Jiwa. Kawasan tersebut tergolong pekon terisolasi karena kondisi jalan sangat buruk. “Di jalan menuju lokasi pembukaan tambak, ada dua unit ekskavator yang melebarkan jalan. Sudah dibuka sekira 5-7 meter dengan panjang sekitar 6 kilometer. Sedangkan jalan yang sudah dibuat talud pinggir kira-kira sepanjang 2 km,” ujarnya.(*)

Baca juga Bicarakan Pembangunan Tambak di TNBBS, Walhi Lampung Adakan Diskusi dan Ekspose

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top