Buka Festival Way Kambas 2017, Gubernur Ridho Ficardo: Konsep Pariwisata Harus Lestarikan Alam


BUPATI Lampung Timur Chusnunia Chalim tampak sangat antusias menunggangi gajah bersama Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan para tamu undangan dalam acara parade gajah di Festival Way Kambas TNWK Lampung Timur, Sabtu siang, 11/11/2017. | Humas Pemprov

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Konsep pariwisata berbasis alam yang paling penting yakni bisa menjaga alam tetap lestari. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung M Ridho Ficardo saat membuka acara Festival Way Kambas di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur, Sabtu siang, 11/11/2017.

“Saya ingin kita semua memahami batasan alam dalam mendukung pariwisata alam. Untuk itu, Pemprov Lampung bekerja sama dengan universitas negeri dan pihak terkait lainnya, untuk membuat dan menentukan batas alam tersebut,” kata dia dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Minggu, 12/11/2017.

Ridho menambahkan, Festival Way Kambas merupakan kegiatan promosi pariwisata sekaligus kampanye perlindungan satwa-satwa endemik Sumatera seperti gajah, harimau, badak, beruang madu, dan tapir. Satwa-satwa tersebut saat ini sudah masuk kategori terancam punah. TNWK selain menjadi tempat pelatihan gajah, juga merupakan konservasi badak dan keanekaragaman hayati lainnya.

“TNWK merupakan salah satu konservasi tertua di Indonesia dan sangat erat kaitannya dengan gajah. TNWK memiliki Pusat Konservasi Gajah (PKG) dan Rumah Sakit Gajah (RSG) satu-satunya di Indonesia. Selain itu, TNWK juga masuk dalam ASEAN Heritage Park,” tambah Ridho.

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengatakan, festival tahunan tersebut sudah 17 kali diadakan. Seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sangat mendukung pengembangan sektor pariwisata. Menurutnya, bidang tersebut berpeluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Festival di tahun 2016 lalu merupakan yang paling ramai. Insya allah, tahun ini akan menjadi festival yang lebih ramai lagi,” katanya.

Menghadiri acara tersebut, Gubernur Ridho ikut menunggangi gajah pada parade gajah dan pawai budaya. Pawai budaya diikuti peserta dari kalangan pelajar SMP, SMA, dan sejumlah peserta dari sanggar budaya di 24 kecamatan se-Lampung Timut. Selain itu, acara juga dinikmati oleh para wisatawan lokal dan mancanegara seperti India, Kenya, Vietnam, Malaysia, dan Kamboja. Festival Way Kambas berlangsung selama tiga hari, yakni 11-13 November 2017.(*)

Baca juga Akhir Pekan, Ayo Kunjungi Festival Way Kambas 11-13 November 2017


Komentar

Komentar

Check Also

Peserta FLS2N Belum Tiba di Lampung, Kemendikbud Sebut karena Kabut Asap

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi resmi membuka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ke-16 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *