Maruly Tuding Terima Rp20 Juta, Ini Keterangan Anggota Senat Unila Dadang


Anggota Senat Unila Dadang Karya Bakti | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Anggota Senat Universitas Lampung (Unila) Dadang Karya Bakti membantah tudingan Maruly Hendra Utama terkait penerimaan uang sekitar Rp20 juta pada 2014. Atas tudingan tersebut, Maruly yang juga dosen FISIP Unila kini duduk di kursi pesakitan.

Ngarang itu, tidak ada. Itu karangan dia saja. Fitnah itu, bohong,” kata Dadang usai menjadi saksi sidang lanjutan Maruly di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis, 9/11/2017.

Dalam dakwaan jaksa, Maruly menyerahkan uang Rp20 juta kepada Dadang pada 2014. Uang sebanyak itu guna mengamankan suara paman Maruly agar bisa menjadi anggota legislatif di Kota Metro. Dadang saat itu anggota KPU Metro. Namun, setelah menyerahkan uang, paman Maruly tidak berhasil menjadi anggota legislatif. Uang pun tak kembali.

Pada 2016, Dadang menjadi anggota Senat Unila. Maruly yang mengajar di FISIP lalu melapor kepada Dekan FISI Unila Syarief Makhya dan Rektor Hasriadi Mat Akin. Harapannya, agar Dadang dianulir sebagai anggota senat karena memiliki rekam jejak yang buruk. Namun, laporan itu tak digubris dengan alasan masuk ranah pribadi.

Setelah itu, Maruly membuat status Facebook melalui akunnya Maruly Tea dan Maruly Oge. Dalam status tersebut, terdakwa membuat tulisan “senyum bandit”, lalu “bandit tua” dan “maaf saya bohong” disertai foto Syarief Makhya dan Hasriadi Mat Akin.(*)

Baca juga Kasus Dosen Unila Maruli Hendra, PN Tanjungkarang Dengar Keterangan Syarief Makhya

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top