Kekurangan 1.112 Guru, DPRD Minta Pemkot Bandar Lampung Angkat Tenaga Honor


Ilustrasi guru | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Menanggapi kekurangan guru di Bandar Lampung yang mencapai 1.112 guru, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bandar Lampung meminta Pemerintah Kota (Pemkot) berani mengangkat tenaga honor. Anggota komisi IV DPRD Bandar Lampung Syarif Hidayat mengatakan, pengangkatan tenaga honor tersebut menggunakan Surat Keputusan (SK) Pemkot, sehingga gaji tenaga honor berasal dari APBD.

“Selama ini guru honor diangkat dengan SK sekolah. Gaji mereka berasal dari dana BOS, sementara dana BOS terbatas. Maka solusinya adalah Pemkot mengangkat tenaga honor dengan SK walikota. Kemudian penempatannya di sekolah-sekolah yang kekurangan guru,” kata Syarif dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Kamis, 9/11/2017.

Selain itu, berdasarkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) nomor 8 tahun 2017, guru honor di sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, wajib mendapatkan penugasan dan disetujui oleh Kemendikbud melalui Sekretaris Jenderal. “Jika pemerintah daerah bisa melakukan ini, kekurangan guru di jenjang SD, SMP, SMA/SMK dapat teratasi. Pengangkatannya bisa dilakukan secara bertahap, tidak sekaligus,” kata Syarif.

Syarif menambahkan, ada dua keuntungan yang akan didapat jika menerapkan kebijakan tersebut. Pertama, masalah kekurangan guru dapat teratasi, dan kedua, gaji guru honor menjadi lebih baik atau sesuai UMR yang berlaku di kabupaten/kota masing-masing.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung Daniel Marsudi menyatakan bahwa Bandar Lampung masih kekurangan 1.112 guru untuk jenjang SD dan SMP. Kekurangan tersebut secara perinci yaitu pengajar SD sebanyak 837 dan pengajar SMP sebanyak 275 orang. Adapun kebutuhan terbanyak yakni guru Bimbingan koseling dan Teknologi Informasi dan Komunikasi, masing-masing sebanyak 54 orang.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top