Kasus Dosen Unila Maruly Hendra, PN Tanjungkarang Dengar Kesaksian Syarief Makhya


DEKAN FISIP Unila Syarief Makhya (duduk di tengah) memberi kesaksikan dalam sidang perkara dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik, Kamis, 9/11/2017. Perkara tersebut menjerat dosen FISIP Unila Maruli Hendra Utama (pakai baju tahanan). | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang menggelar sidang lanjutan dosen FISIP Unila Maruly Hendra Utama, Kamis, 9/11/2017. Sidang kali ini mendengarkan keterangan Dekan FISIP Unila Syarief Makhya. Selain itu, dihadirkan juga Dadang Karya Bakti, mantan anggota KPU Kota Metro yang kini menjadi anggota Senat Unila.

Dalam sidang tersebut, Syarief menjawab pertanyaan hakim dan penasihat hukum terdakwa. Namun, keterangan Dadang ditunda hingga sidang selanjutnya pada pekan depan. Usai mendengarkan keterangan Syarief, terdakwa Maruly membenarkan bahwa dirinya menulis status Facebooknya berisi “bandit tua”, “senyum bandit” dan “maaf saya bohong”. Isi status tersebut ditujukan kepada Rektor Unila Hasriadi Mat Akin dan Syarief. “Saya memang menuliskannya. Benar saya posting pakai gambar dekan. Tapi, saya menolak ketika disebut fitnah yang mulia,” kata Maruly.

Hakim Ketua Nimala Dewita mengatakan, Maruly ditahan karena agar persoalan ini tidak berbelit-belit. “Dadang bersama rektor Unila akan dimintai keterangan pada sidang Senin mendatang,” kata dia.

Maruly duduk di kursi pesakitan karena status Facebook-nya melalui akun Maruly Oge dan Maruly Tea. Isi status tersebut dinilai menghina dan mencemarkan nama baik. Jaksa Agus Prambodo mendakwa Maruli dengan Pasal 51 ayat (2) jo Pasal 36 dan Pasal 310 ayat (2) tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(*)

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top