Semua Pihak Diminta Peduli Kebakaran Yayasan Dharma Wacana Metro Lampung


KETUA APTISI Wilayah II-B Lampung Firmansyah Y Alfian (pakai kopiah) dan Dewan Penasihat Aptisi Wilayah II-B Lampung Yusuf S Barusman (berkacamata) meninjau Yayasan Dharma Wacana Metro dan STKIP Kumala yang hangus terbakar, Senin, 6/11/2017. APTISI meminta semua pihak peduli atas kebakaran tersebut. | Humas IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dan semua pihak diminta peduli atas kebakaran yang menghanguskan Yayasan Dharma Wacana Metro dan STKIP Kumala, kemarin. Hal tersebut disampaikan Firmansyah Y Alfian, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah II-B Lampung, saat meninjau lokasi kebakaran, Senin, 6/11/2017.

“Bagaimana pun juga Yayasan Dharma Wacana dan STKIP Kumala Metro adalah aset daerah dalam bidang pendidikan,” kata Firmansyah dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co.

Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya itu meninjau lokasi kebakaran guna memberikan semangat dan dukungan serta belasungkawa atas musibah yang dialami Yayasan Dharma Wacana dan STKIP Kumala Metro. “Ini akan menjadi perhatian kami bersama untuk ikut membantu musibah yang dialami perguruan tinggi di Kota Metro. Apalagi, Kota Metro sebagai Kota Pendidikan. Jangan sampai kebakaran itu mengakibatkan terganggunya kegiatan belajar-mengajar di kampus setempat,” ujarnya.

Dewan Penasihat Aptisi Wilayah II-B Lampung Yusuf S Barusman menyatakan, musibah tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua anggota Aptisi. Dia berharap, kampus atau yayasan dapat melakukan proteksi dini terhadap aset yang dimiliki. “Misalnya, dengan mengikuti asuransi aset, membuat back up data, serta mempersiapkan tabung pemadam kebakaran di setiap ruangan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua STKIP Kumala Metro Budi Hartono mengatakan, 17 ruangan hangus dalam kebakaran tersebut. Hanya tujuh ruangan yang masih bisa digunakan sebagai gedung perkuliahan. Budi belum mengetahui pasti penyebab kebakaran. Sebab, hal tersebut masih dalam pengusutan Polresta Metro. “Kami di sini hanya sewa dengan Yayasan Dharma Wacana. Kalau dokumen aman karena kami memiliki back up data,” ujar Budi.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top