Gaungkan Lampung Ibu Kota Pemerintahan RI, Muslimin Cs ke Solo Hadiri Pernikahan Putri Jokowi


AHMAD Muslimin (kanan), Koordinator Jaringan dan Mobilisasi FGD DKI Lampung bersama wartawan duajurai.co Fitri Wahyuningsih saat menyambangi kantor duajurai.co, Sabtu, 4/11/2017. Tim FGD DKI Lampung berangkat ke Solo, Jawa Tengah untuk menyerahkan kajian FGD DKI Lampung kepada Presiden Joko Widodo | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Upaya tim Forum Group Discussion Daerah Khusus Ibu kota (FGD DKI) Lampung untuk menggaungkan wacana memindahkan ibu kota pemerintahan Republik Indonesia (RI) ke Provinsi Lampung terus berlanjut. Terkini, empat anggota tim berangkat ke Solo, Jawa Tengah, untuk menyerahkan hasil kajian FGD DKI Lampung kepada Presiden Joko Widodo.

Kajian yang merupakan hasil diskusi secara marathon tersebut akan diserahkan sebagai hadiah pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dengan M Bobby Nasution di Solo, Rabu, 8 November 2017.

Empat anggota tim dimaksud ialah Ahmad Muslimin (Koordinator Jaringan dan Mobilisasi FGD DKI Lampung), Davit Kurniawan (Koordinator IT dan Cyber), Dedy Rohman (Koordinator Kesekretariatan), dan Muzammil (Koordinator Kampanye dan Publikasi). Mereka menuju Solo menggunakan mobil yang dipasangi stiker (brand) “Lampung Ibukota Pemerintahan Republik Indonesia”.

Tim dilepas oleh Andi Desfiandi, inisiator FGD DKI Lampung, di sekretariat FGD DKI Lampung Jalan Pagaralam, Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu, 3/11/2017. Dari sana, Muslimin cs singgah di Tugu Adipura untuk membagikan selebaran DKI Lampung kepada pengendara dan warga yang melintas.

Dari sana mereka menyambangi kantor portal berita duajurai.co di kawasan Jalan Dr Harun II, Kota Baru, Tanjungkarang Timur. “Kami singgah ke sini meminta doa, restu, dan dukungan sekaligus berharap bantuan duajurai.co untuk memublikasikan perjalanan ini,” kata Ahmad Muslimin, yang juga salah satu calon wakil wali kota Bandar Lampung pada Pilkada 2015 lalu.

Sepanjang perjalanan, mulai dari Lampung hingga masuk Pulau Jawa, tim singgah di banyak titik. Di setiap persinggahan mereka berdiskusi dengan berbagai pihak dan khalayak umum. “Di semua titik singgah kami juga membagikan selebaran kepada masyarakat,” terangnya.

Hebatnya, di antara letihnya perjalanan dan padatnya agenda pertemuan dengan banyak pihak di banyak titik, Muslimin dan kawan-kawan masih menyempatkan diri menulis semacam reportase perjalanan tersebut.

Reportase tersebut dikirimkan kepada sejumlah media, termasuk duajurai.co. “Kami berharap melalui perjalanan ini, wacana pemindahan ibu kota pemerintahan RI ke Lampung akan semakin luas tersosialisasi ke masyarakat Indonesia, bukan cuma Lampung,” timpal Dedy Rohman.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top