Registrasi Kartu Prabayar, 1 Identitas Maksimal 3 Nomor Telepon


PENGGUNA kartu prabayar sedang berada di salah satu gerai di kawasan UBL, Jumat, 3/11/2017. Tak sedikit dari pengguna kartu prabayar yang memiliki dua nomor dalam satu ponsel mengeluhkan kebijakan registrasi ulang dengan NIK dan KK. | Fitri Wahyuningsih/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Saat ini, banyak orang menggunakan beberapa nomor dalam ponselnya. Satu nomor tetap dan satu lagi nomor kuota yang kerap diganti.

Julisa, Distributor Kartu Telkomsel, mengatakan, kebijakan pemerintah untuk registrasi ulang kartu prabayar menyulitkan pelanggan yang memiliki lebih dari dua nomor. Sebab, satu identitas maksimal untuk tiga nomor telepon. “Sekarang satu identitas cuma bisa untuk daftar tiga nomor. Jadi, ya kemungkinan ke depannya nggak bisa gonta ganti nomor kuota lagi,” kata Julisa di Chiko Cell di kawasan Universitas Bandar Lampung (UBL), Jumat, 3/11/2017.

Menurutnya, banyak pelanggan komplain dengan kebijakan registrasi ulang pakai Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Umumnya, mereka yang komplain adalah kartu kuota. “Sebab, kartu perdana cenderung lebih mahal untuk isi kuotanya. Sehingga, banyak pelanggan memilih mengganti kartu dibandingkan membeli kuota,” ujarnya.

Sementara itu, Yuli, karyawan Mandiri Cell di kawasan UBL, menambahkan, kartu kuota yang sudah diaktifkan bulan sebelumnya tetap harus registrasi ulang. “Waktu itu, ada yang komplain karena paket datanya enggak bisa digunakan. Ternyata, nomornya minta diaktifkan lagi. Didaftarkan pakai data yang sesuai KTP dan KK,” kata dia.(*)

Baca juga Registrasi Kartu Prabayar, Banyak Pelanggan di Bandar Lampung Belum Paham

Laporan Fitri Wahyuningsih


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top