OPINI IB Ilham Malik: Lampung Timur akan Tetap Tertinggal 200 Tahun ke Depan


Tugu Selamat Datang di Lampung Timur | ist

IB Ilham Malik | Dosen Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung (UBL) | PhD student di Kitakyushu University melalui beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) | Peneliti di Center for Urban & Regional Studies (CURS)

LAMPUNG Timur mendapat banyak perhatian dari masyarakat, media, dan pemerintah pusat. Hal ini memberikan harapan baru kepada Pemkab Lampung Timur dan warga setempat. Setelah Lampung Timur dicap sebagai lokasi para begal sepeda motor, kini kawasan tersebut dilihat sebagai daerah yang memproduksi beberapa kegiatan wisata dan semacamnya.

Kami dari Center for Urban and Regional Studies (CURS) mencoba mengamati Lampung Timur. Apalagi, selama beberapa tahun belakangan, Lampung Timur diduga akan menjadi lokasi pusat pemerintahan RI baru. Meskipun dalam kajian beberapa pihak menyatakan kawasan Timur Lampung, bukan Lampung Timur. Kendati demikian, kami mencoba menelaah Lampung Timur dalam beberapa aspek.

Salah satu kesimpulan yang ingin kami share adalah Lampung Timur membutuhkan waktu lebih dari 200 tahun untuk memiliki daerah perkotaan, seperti Kota Metro saat ini. Pertanyaannya, apakah Kota Metro saat ini sudah dalam posisi seperti yang diharapkan sebagai sebuah kota harapan? Jawabannya jelas: belum. Masih butuh waktu dan hal lainnya untuk masuk dalam kategori kota yang baik.

Tetapi, untuk sekadar menjadi Kota Metro, ternyata Lampung Timur butuh waktu 200 tahun. Kecamatan manapun yang diolah, diperuntukkan sebagai kota, waktunya akan sama, yakni lebih dari 200 tahun. Jika begitu, apakah kondisi tersebut akan dimaklumi begitu saja, diterima begitu saja, ataukah perlu dianggap sebagai sebuah kemungkinan yang harus ditolak?

200 tahun ke depan, daerah lain juga berkembang. Kota lain juag berkembang. Mungkin juga persoalan lingkungan dan sosial ekonomi berubah. Beberapa analis, seperti Al Gore (2013), Laurence C smith (2011), George Friedman (2009) dan Naomi klein (2014) memperkirakan musnahnya peradaban dunia akibat persoalan lingkungan, politik, perebutan sumber alam, ekonomi, dan ideologi.

Apakah warga Lampung Timur tetap terbelakang seperti sekarang, dan akan menjadi seperti warga Kota Metro pada 200 tahun yang akan datang (2117)? Normalnya tentu saja tak mau. Karena itu, wajar bila Pemkab Lampung Timur kami anggap perlu didorong untuk membuat pemicu kemajuan daerahnya agar kemajuan itu bisa tercapai lebih cepat. Mungkin 25 tahun ke depan. Tidak menunggu 200 tahun ke depan.

Perlu diketahui bahwa kajian ini menggunakan data dan rencana yang sudah ada sekarang. Artinya, apapun reason yang disampaikan bahwa Lampung Timur akan melakukan ini dan itu, seperti yang tertuang dalam dokumen pembagunan saat ini, tetap saja bahwa hal itu baru akan membawa perubahan pada 200 tahun mendatang.

Untuk itu, Lampung Timur harus mereposisi diri. Harus mengubah total mindset pembangunan. Merancang ulang daerahnya dengan rancangan baru, jika tidak mau kemajuan itu datang terlambat. Lamtim butuh waktu 200 tahun baru bisa seperti Kota Metro saat ini, bila tidak ada revolusi kebijakan dan mindset pembangunan.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top