FGD Hari Santri Nasional Lampung Bahas Potensi Pengusaha untuk Bonus Demografi Indonesia


Focus Group Discussion (FGD) peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Gedung 3 PWNU Lampung, Selasa, 24/10/2017 | Riski Firmanto

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Focus Group Discussion (FGD) peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Gedung 3 PWNU Lampung, Selasa, 24/10/2017 membahas bonus demografi Indonesia. Menurut Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung Muhammad Khadafi, saat bonus demografi, 67-70% penduduk Indonesia berada pada usia produktif.

“Bonus demografi harus dikelola dengan bijak. Jumlah yang banyak tersebut bisa menjadi kekuatan Indonesia. Tetapi tidak, kalau banyak yang lebih memilih menjadi pegawai swasta,” kata dia dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Rabu, 25/10/2017.

Menurut Khadafi, penduduk usia produktif dalam jumlah banyak tersebut harus menjadi entrepreneur atau pengusaha. Sebab, dunia usaha seperti UMKM merupakan solusi kemiskinan di Indonesia. Dalam agenda tersebut Ia juga mengingatkan kisah Nabi Muhammad yang memulai usaha di usia yang sangat muda. “Umur delapa tahun, Beliau sudah memulai jual beli domba,” kata dia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Irwan Sukri Banuwa mengatakan, pendapatan masyarakat Indonesia paling besar berasal dari sektor pertanian. Namun, petani Indonesia saat ini banyak yang berusia lanjut yakni 50 tahunan. Hal tersebut menurutnya karena pertanian tidak menarik lagi bagi generasi muda.

Selain itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila Karomani menambahkan, banyak negara yang diatur oleh pengusaha. Pejabat pengatur negara hanya seorang yang dipercayai kekuatan ekonomi. “Ini menjadi bukti bahwa negara maju bukan karena banyak PNS, melainkan entepreneur atau pengusaha. Kalau bisnis juga jangan tergantung pada modal,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *