129.115 Orang di Lampung Selatan Belum Punya Akta Lahir


KEPALA Diskdukcapil Lampung Selatan Edy Firnandi (kanan) bersama Ketua Bhayangkari Cabang Lampung Selatan Renata Adi Ferdian (kiri) menandatangani MoU tentang Percepatan Pembuatan Akta Kelahiran Bagi Masyarakat Secara Gratis, beberapa waktu lalu. Penandatanganan tersebut disaksikan Ketua Bhayangkari Provinsi Lampung Novie Suroso Hadi Siswoyo dan Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan Winarni Nanang Ermanto. | Situs Pemkab Lampung Selatan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak 129.115 orang di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, belum memiliki akta lahir. Hal itu terungkap dalam penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lampung Selatan bersama Bhayangkari setempat. MoU tersebut terkait percepatan pembuatan akta kelahiran bagi masyarakat secara gratis.

Kepala Disdukcapil Lampung Selatan Edy Firnandi mengatakan, penerbitan akta kelahiran sesuai dengan perintah dan arahan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Perintah dimaksud, yakni seluruh kabupaten/kota se-Indonesia ditargetkan untuk penerbitan akta kelahiran mencapai 85% bagi penduduk berusia 0-18 tahun.

“Ini menjadi tugas yang diberikan Menteri Dalam Negeri kepada kepala Dinas Disdukcapil se-Indonesia. Untuk Lampung Selatan baru mencapai 63 % dari target 85 %. Dari 351.681 orang yang berusia 0-18 tahun, yang belum memiliki akta (lahir) sebanyak 129.115 orang,” kata Kepala Disdukcapil Lampung Selatan Edy Firnandi, seperti dikutip dari laman Pemkab Lampung Selatan, Minggu, 22/10/2017.

Selain akta lahir, lanjut dia, pihaknya juga memiliki kendala dengan penerbitan akta kematian. Edy berhatap, pihak Bhayangkari melalui kepolisian dapat melaporakan apabila ada penduduk yang meninggal dunia. Sehingga, Disdukcapil setempat dapat menghapus data yang bersangkutan. “Jangan sampai ada data penduduk yang sudah meninggal masih terdata, apalagi nanti akan menghadapi pemilu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Lampung Selatan Renata Adi Ferdian berharap, MoU tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat. “Meskipun yang kami berikan tidak sebegitu besar, tetapi semoga bisa membantu dan berguna untuk masyarakat Lampung Selatan,” kata dia.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top