Teken Kuasa di LBH, SPP Lampung Dampingi Calon Mahasiswa Unila Gagal Kuliah


JULIANA Manik (kemeja kotak), calon mahasiswa Unila yang gagal kuliah, diwawancarai sejumlah jurnalis di Kantor LBH Bandar Lampung, Jumat, 20/10/2017. Juliana dan Ersya mendatangi LBH dengan didampingi Solidaritas Peduli Pendidikan (SPP) Lampung. | Facebook Rico Fritz Sinurat

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Solidaritas Peduli Pendidikan (SPP) Lampung mendatangi Kantor LBH Bandar Lampung, Jumat, 20/10/2017. SPP mendampingi Juliana Manik (18) dan Ersya, calon mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang gagal kuliah, untuk tandatangan surat kuasa dengan pihak LBH.

Koordinator SPP Lampung Rico Fritz Sinurat mengatakan, dalam pertemuan tadi, LBH Bandar Lampung siap mengawal kasus Juliana dan Ersya. “LBH juga akan memperjuangkan mereka untuk bisa kuliah,” kata Rico, seperti dikutip dari Akun Facebook-nya, malam ini.

Anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bandar Lampung itu menyatakan, Juliana dan Ersya hanya sekitar satu pekan merasakan kuliah di Unila. Mereka gagal melanjutkan kuliah lantaran tidak teregistrasi saat mengisi data secara online. “Padahal, Juliana dan Ersya telah membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mereka juga lolos SNMPTN alias jalur undangan,” ujarnya.

Selain Rico, turut pula sejumlah mahasiswa Unila dari beberapa fakultas mendampingi Juliana dan Erysa. Mereka antara lain Sumurung Madeari Nadeak, Yonathan Hutagalung, Yohanes Gerhard, dan Chrisan Natasya. Kemudian, Lamria Melanova Sihite, Samuel Nainggolan, serta Fernandus Imanuel.(*)

Baca juga Tanggapan Unila Soal Calon Mahasiswa Gagal Kuliah karena Tidak Teregistrasi


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top