Kemenristek Dikti Periksa 127 PTS, Firmansyah Y Alfian: Hanya 5% PTS di Lampung Terakreditasi A


Ketua Asosiasi PTS Indonesia (Aptisi) Wilayah II Bandar Lampung Firmansyah Y Alfian | Humas

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) melakukan penilaian terhadap 127 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia. Dua puluh lima di antaranya sudah dicabut izin operasinya karena tidak memenuhi ketentuan pendirian perguruan tinggi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi PTS Indonesia (Aptisi) Wilayah II Bandar Lampung Firmansyah Y Alfian mengatakan, total PTS di Lampung sebanyak 79. Di antaranya, hanya 5% yang sudah terakreditasi A. Sementara 35% lainnya terakreditasi B, dan sisanya masih C.  “Mayoritas PTS masih terakreditasi C. Ini yang menjadi tugas Aptisi untuk memotivasi PTS lain agar meningkatkan mutunya,” kata dia, dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Senin, 16/10/2017.

Menurut Rektor IBI Darmajaya ini, perbaikan mutu PTS tidak bisa lepas dari perhatian Pemerintah Daerah (Pemda). Dalam hal ini, Pemda membantu memfasilitasi peningkatan sarana dan SDM di kampus tersebut. Aptisi Wilayah II Lampung berupaya menjembatani kerja sama antara keduanya, untuk membentuk generasi Lampung yang berkualitas.

Selain itu, Kemenristek Dikti juga membuat kebijakan untuk dilakukan penggabungan PTS. Firmansyah mengatakan, pihaknya mendukung program tersebut. “Ada beberapa perguruan tinggi yang sudah berencana merger. Intinya, guna meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Lampung, ya harus mengikuti aturan yang ada,” kata dia.

Sementara itu, Menristekdikti M Nasir mengatakan, sebelum ditutup, PTS akan mendapat surat teguran dan saran perbaikan. Jika PTS tidak melakukan perbaikan sesuai rekomendasi, maka pemerintah terpaksa menutupnya. “Mutu pendidikan tinggi harus kita tingkatkan. Jangan sampai, kita meluluskan lulusan abal-abal,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

1.257 Mahasiswa KKN Itera Dilepas ke 82 Desa

JATIAGUNG, duajurai.co – Sebanyak 1.257 mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) dari berbagai program studi akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *