Sastrawan Lampung Ari Pahala Luncurkan Buku “Rekaman Terakhir Beckett”


SASTRAWAN Lampung Ari Pahala Hutabarat (paling kanan) meluncurkan buku puisi berjudul “Rekaman Terakhir Beckett” di Graha Kemahasiswaan Unila, Jumat malam, 13/10/2017. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sastrawan Lampung Ari Pahala Hutabarat meluncurkan buku puisi berjudul “Rekaman Terakhir Beckett”. Acara peluncuran berlangsung di lantai 1 Graha Kemahasiswaan Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, Jumat malam, 13/10/2017.

Menurut Iswadi Pratama, salah satu pembahas, puisi-puisi karya Ari Pahala bersinggungan dengan banyak narasi yang telah mewarnai wajah peradaban zaman. Terlontar dari satu gagasan ke gagasan lain, dari satu ranah ke ranah lainnya; kemanusiaan, spiritualitas-kesadaran, filsafat, kritik sosial, dan lain-lain.

Selain itu, puisi karya Ari lebih ingin membuncahkan arus gagasan dengan tetap berupaya mempertahankan suasana puisi yang sering terasa surealistik tanpa terjebak pada “kelaziman” dalam tradisi puisi lirik yang sudah menjadi hantu bagi proses kreatif seorang penyair di Indonesia. “Menolak “berindah-indah”, mengelak dari kepatuhan terhadap rima-rima luar,” ujarnya dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co.

Ahmad Yulden Erwin, pembahas lainnya, mengatakan, strategi penulisan teks yang dilakukan Ari dengan mengambil model penulisan prosa, dan menghindari penggunaan huruf kapital. “(Selain itu), secara masif menggunakan logogram ampersand sebagai pengganti kata “dan” di dalam puisi-puisinya memiliki episteme tertentu yang mesti dibongkar, sehingga diketahui maksudnya,” kata dia.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top