Setor Rp375 Juta, Warga Bandar Lampung Ini Tak Kunjung Dapat Rumah


PULUHAN warga mendatangi LBH Bandar Lampung pada Jumat, 13/10/2017. Mereka melaporkan dugaan penipuan PT Patala Global Perdana, pengembang perumahan. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah warga merasa ditipu PT Patala Global Perdana, pengembang perumahan. Pasalnya, perusahaan yang menaungi Perumahan Bumi Rajabasa Residence, Perumahan Bumi Kesuma Residence, dan Perumahan Bumi Kedamaian Residence, itu tak kunjung membangun rumah konsumen seperti yang dijanjikan.

Teguh, misalnya, merasa diperdaya oleh pihak pengembang perumahan. Warga Bandar Lampung itu tak jua memiliki rumah kendati telah menyetor uang sebanyak Rp375 juta. “Pada 6 Desember 2016, saya ditawari marketing perumahan, harganya Rp325 juta. Hari itu juga saya bayar lunas. Berjalan dua bulan, saya lihat tak ada pembangunan. Karena saya ada permintaan volume pembangunan, maka saya diminta lagi Rp50 juta. Jadi, total uang yang sudah saya setor Rp375 juta,” kata Teguh saat mendatangi Kantor LBH Bandar Lampung, Jumat, 13/10/2017.

Dia melanjutkan, pada Maret, memang sudah ada bentuk pembangunan sekitar 35%. Tapi, sampai sekarang tidak ada lagi pembangunannya. Saat dia mengonfirmasi, pihak pengembang berdalih bahwa ada permasalahan internal, dan segera diselesaikan. “Waktu itu, saya sempat meminta agar rumah saya dibangun, dan mereka janjikan segera. Tapi, sampai mendekati waktu enam bulan tak ada juga pembangunan. Akhirnya, saya minta uang dikembalikan karena di situ akses jalan pun tidak ada,” ujarnya.

Kepada Teguh, pihak PT Patala menyatakan secara resmi melalui surat bahwa akan mengembalikan uangnya pada 31 Mei 2017. Namun, kenyataannya tidak dikembalikan. “Saya sudah melapor ke Polresta Bandar Lampung, tapi sampai sekarang tak ada konfirmasi lagi kepada saya,” kata dia.

Hal serupa juga menimpa Wahyu. Dia membeli perumahan bersubsidi Bumi Kesuma Residence di Jalan Raden Imba Kesuma, Tanjungkarang Barat. Bahkan, dia ditawari langsung oleh Hendra, Direktur Utama PT Patala Global Perdana. Waktu itu, Wahyu membayar booking sebesar Rp3 juta pada Juli lalu. Kemudian, pihak pengembang meminta pelunasan pada Oktober. Sehingga, total uang yang dikeluarkan Wahyu mencapai Rp25 juta.

“Mereka janjikan serah terima kunci pada Desember, tapi realisisasinya tak ada. Saya dapat info bahwa di sana ada larangan karena zona. Mereka sedang urus di Jakarta dan janjikan bisa menang. Sampai sekarang, mereka yang janjikan akan mengembalikan uang tanpa potongan pun tak ada kabar,” ujarnya.(*)

Baca juga Banyak Warga Ditipu Pengembang Perumahan, LBH Bandar Lampung Buka Posko

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top