Surplus Listrik, PLN Lampung Salurkan ke Sektor Industri


Agustian, Manajer PLN Lampung Bidang Perencanaan | Fitri Wahyuningsih

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tren pertumbuhan penjualan tenaga listrik Provinsi Lampung meningkat hingga 5,45% dibandingkan penjualan pada 2016. Tahun ini, Lampung memiliki surplus tenaga listrik hingga 10,65%.

Menurut Agustian, Manajer PLN Lampung Bidang Perencanaan, pihaknya akan menyalurkan surplus listrik itu ke sektor industri. Hal tersebut mengingat pembangunan Lampung yang semakin maju, termasuk adanya Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Nanti, pasti ada kawasan-kawasan industri baru, atau setidaknya pergudangan di wilayah Lampung.

“Mengajak Lampung tumbuh. Dengan adanya jalan tol, kami meyakini akan tumbuh kawasan-kawasan industri, atau setidaknya pergudangan. Contoh, ada kawasan industri maritim di Kabupaten Tanggamus sekitar 30 MW,” kata Agustian saat pembukaan media gathering di PLN Lampung, Kamis, 12/10/2017.

Selain itu, lanjutnya, daya listrik lampung juga akan bertambah dari jalur Sumatra Selatan jika pembangunan JTTS di sana sudah selesai. “Sekarang, (proyek JTTS) di kawasan PT Gunung Madu Plantations (GMP), Lampung Tengah, sudah tahap pembangunan. Nanti, kalau itu selesai, Lampung dapat pasokan listrik dari Sumatra Selatan sekitar 600 MW. Kalau sekarang masih 350 MW,” ujarnya.

Agustian menambahkan, surplus energi tersebut berasal dari PLTP Ulu Belu unit 3 dan 4 masing-masing sebesar 55 MW. Selain itu, juga ada PLTMG MPP New Tarahan sebesar 4×25 MW. “Saat ini, kondisi kelistrikan Lampung mengalami surplus. Sehingga, daya total mencapai 1.061 MW,” kata dia.(*)

Baca juga Media Gathering, Program Lampung Terang 2019 Capai 95%

Laporan Fitri Wahyuningsih


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top