Ketua SBKU RSUDAM Bandar Lampung Vera Astuti: BLUD Tidak Boleh Ada Pekerja Sukarela Lagi


TKS RSUDAM saat melakukan kunjungan ke AJI Bandar Lampung, Selasa mala, 10/10/2017 | Vera Astuti

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tenaga Kerja Sukarela (TKS) Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung menuntut kejelasan status kerja. Ketua Serikat Buruh Karya Utama (SBKU) RSUDAM Bandar Lampung Vera Astuti mengatakan, jika status instansi sudah BLUD maka tidak boleh lagi ada pekerja sukarela.

Hal tersebut ia simpulkan dari pasal 40 ayat dua Permendagri No 61 Tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Di sana disebutkan bahwa pejabat pengelola dan pegawai BLUD yang berasal dari non-PNS dapat dipekerjakan secara tetap atau berdasarkan kontrak.

Selain itu, berdasar pada keputusan gubernur Lampung No G/605/B.V/HK/2009, dan Pergub No 12 tahun 2013, BLUD merupakan instansi pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa mengutamakan mencari keuntungan. Kemudian untuk menjadi BLUD, salah satu syarat yang harus dipenuhi yakni kesehatan keuangan instansi yang dibuktikan dengan dokumen saat mengusulkan penetapan BLU.

“Jadi pihak manajemen RSUDAM yang telah menyandang status BLUD, tidak bisa mempekerjakan TKS dengan alasan, anggaran rumah sakit untuk membayar upah kerja masih kurang. Jika hal ini yg dijadikan landasan, artinya RSUDAM bertentangan dengan salah satu syarat sebuah instansi untuk menyandang status BLUD,” kata Vera, dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, 11/10/2017.

Vera dan para TKS yang tergabung dalam SBKU RSUDAM menuntut kejelasan status pekerjaan mereka. Pasalnya, menurut Vera, para TKS memiliki beban kerja yang sama dengan tenaga honorer dan PNS. Meskipun demikian upah yang diterima TKS hanya sebesar Rp250 ribu per bulan.(*)

Baca juga Bertahun-tahun Bekerja, TKS RSUDAM Lampung Minta Kejelasan Status


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top