Bertahun-tahun Bekerja, TKS RSUDAM Lampung Minta Kejelasan Status


TKS RSUDAM saat melakukan kunjungan ke AJI Bandar Lampung, Selasa mala, 10/10/2017 | Vera Astuti

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang tergabung dalam Serikat Buruh Karya Utama (SBKU) Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung meminta kepastian kerja. Ketua SBKU RSUDAM Vera Astuti mengatakan, pekerjaan TKS tidak berbeda jauh dengan pekerja honorer atau PNS. Bahkan terkadang TKS bekerja lebih berat dan harus mengerjakan yang bukan bagiannya.

Selain itu, aturan kerja juga tidak berbeda. TKS harus absen menggunakan finger print, bekerja selama 8 jam sehari, dan mengikuti aturan profesional manajemen rumah sakit. Padahal, gaji TKS hanya Rp250 ribu per bulan. Tetapi, jika TKS melanggar aturan sedikit saja, bisa dipecat kapan pun.

“Padahal, rata-rata TKS bukan pekerja lajang lagi. Kami sudah berkeluarga. Kalau dulu budak hanya diberi makan untuk bekerja, sekarang kami, para TKS diupah dengan jumlah yang hanya cukup untuk makan supaya tetap bekerja. Prinsipnya sama dengan perbudakan. Ini yang kami sebut perbudakan modern di RSUDAM,” kata dia, dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Rabu, 11/10/2017.

Vera menambahkan, pihaknya meminta agar gubernur Lampung turut andil menyelesaikan masalah TKS di RSUDAM. Menurut Vera, dalam Permendagri No 61 Tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), pasal 40 ayat 2, pejabat pengelola dan pegawai BLUD yang berasal dari non-PNS dapat dipekerjakan secara tetap atau berdasarkan kontrak. “Jadi, jika instansi sudah berstatus BLUD maka tidak boleh lagi ada pekerja sukarela,” kata dia.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top