Operasi Terpadu, Polda Lampung Tak Temukan PCC di Apotek


DIREKTUR Narkoba Polda Lampung Komisaris Besar Abrar Tuntalanai menyampaikan sambutan saat penandatangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat di Kantor BBPOM Bandar Lampung, Rabu, 4/10/2017. Dalam sambutannya, Abrar menyatakan, pihaknya tidak menemukan Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) dan Obat-Obatan Tertentu (OOT) selama operasi terpadu khusus. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Direktur Narkoba Polda Lampung Komisaris Besar Abrar Tuntalanai menyatakan, pihaknya telah melakukan operasi terpadu khusus untuk pengawasan obat yang sering disalahgunakan, terutama Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) dan Obat-Obatan Tertentu (OOT). Operasi menyasar sarana distribusi obat (PBF) dan pelayanan kesehatan.

“Hasil pengawasan kami diberbagai apotek di Lampung, tidak ditemukan PCC,” kata Abrar saat penandatangan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat di Kantor BBPOM Bandar Lampung, Rabu, 4/10/2017.

Kepala BBPOM Bandar Lampung Syamsuliani mengatakan, selama 2017, pihaknya menemukan obat tanpa izin edar dan obat di sarana tanpa kewenangan sebanyak 173 item. Jumlahnya sekitar 20.848 tablet/tube dengan nilai ekonomi Rp64,1 juta.

Kemudian, kosmetik tanpa izin edar 440 item dengan jumlah 9.488 pcs dengan nilai ekonomi Rp151,3 juta. Obat tradisional tanpa izin edar sebanyak 35 item dengan jumlah 510 pcs dengan nilai ekonomi Rp15,4 juta. Lalu, produk pangan tanpa izin edar sebanyak 20 item dengan jumlah 1.416 kemasan dengan nilai ekonomi Rp305,4 juta. “Total nilai ekonomi hasil temuan tahun ini sekitar Rp536,3 juta.(*)

Baca juga Berantas Obat Ilegal, BBPOM Bandar Lampung Gandeng Lintas Sektoral

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top