Hingga September, Inflasi Provinsi Lampung Tertinggi ke-5 se-Sumatera


Kepala Perwakilan BI Lampung Arief Hartawan | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Setelah mengalami deflasi (penambahan nilai mata uang) selama 3 bulan berturut-turut, Provinsi Lampung justru mengalami kenaikan inflasi (penurunan mata uang) Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,23% pada September lalu. Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Lampung Arief Hartawan, inflasi terjadi di dua kota. Yakni Kota Metro (0,10% mtm) dan Kota Bandar Lampung sebesar 0,25% mtm.

Nilai inflasi Provinsi Lampung tersebut menempati posisi ke-5 tertinggi dibandingkan seluruh provinsi se-Sumatera. Sementara itu, secara nasional, nilai inflasi Kota Metro dan Bandar Lampung juga tergolong tinggi. Dibandingkan dengan kota lain, kedua kota tersebut cenderung memburuh.

Secara akumulatif, sembilan bulan pertama tahun 2017, inflasi Provinsi Lampung sudah mencapai 2,25% ytd. Meskipun masih lebih rendah dibandingkan inflasi akumulatif nasional, yakni 2,66% ytd, namun secara tahunan, inflasi Provinsi Lampung masih cenderung tinggi. Yakni, sebesar 3,85% yoy dibandingkan IHK nasional yang tercatat mencapai 3,73% yoy.

“Meningkatnya tekanan inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan biaya pendidikan. Terutama di tingkat SMP yang mencapai dua digit. Namun, tekanan inflasi pada bulan September masing bisa diredam dengan harga pangan yang mengalami penurunan yang cukup tajam,” kata Arief, dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Selasa, 3/10/2017.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Harga Telur di Bandar Lampung Tembus Rp24 Ribu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga telur ayam merangkak naik menjelang tahun baru. Kini, harganya di pasaran tembus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *