Harga Sejumlah Komoditas Pangan Berhasil Tahan Laju Inflasi Lampung September Lalu


FOTO ilustrasi | duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Provinsi Lampung mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 0,23% (mtm) pada September lalu. Secara historis, inflasi tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata inflasi Provinsi Lampung dalam 5 tahun terakhir, yakni sebesar 0,14% (mtm).

Baca juga Kenaikan Biaya Pendidikan Picu Inflasi di Provinsi Lampung

“Meningkatnya tekanan inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan biaya pendidikan. Terutama di tingkat SMP yang mencapai dua digit. Namun, tekanan inflasi pada bulan September masih bisa diredam dengan harga pangan yang mengalami penurunan yang cukup tajam,” kata Arief Hartawan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Lampung.

Sejumlah komoditas pangan utama tercatat masih memberikan andil deflasi (penambahan nilai mata uang). Diantaranya adalah bawang merah dan bawang putih, masing-masing sebesar -0,07%. Selain itu, cabai rawit dan telur ayam ras juga masing-masing menyumbangkan deflasi sebesar -0,01%. “Hal ini tidak terlepas dari upaya Pemerintah untuk mengendalikan harga bahan pokok,” kata Arief, dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Selasa, 3/10/2017.

Meskipun begitu, deflasi dari komoditas pangan ini sedikit tertahan oleh kenaikan harga beras, yang justru menambah inflasi IHK sebesar 0,02%. Selain itu, tekanan inflasi juga bersumber dari kelompok administered prices atau harga barang yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti listrik dan bahan bakar. Sektor ini tercatat mengalami inflasi sebesar 0,21%.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Harga Telur di Bandar Lampung Tembus Rp24 Ribu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga telur ayam merangkak naik menjelang tahun baru. Kini, harganya di pasaran tembus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *