7 Tips Cara Mencuci dan Merawat Baju Batik


Ilustrasi pembuat Batik | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Banyak orang tampak mengenakan Batik pada Hari Batik Nasional, Senin, 2/10/2017. UNESCO menetapkan Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009. Karena itu, 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Di dunia fashion, Batik kini menjadi salah satu tren. Bahkan, Batik yang merupakan produk asli bangsa Indonesia diminati para fashion international. Sayangnya, masih banyak yang belum mengetahui cara mencuci serta merawat baju Batik agar terlihat awet dan warna yang tidak cepat memudar.

Batik berbahan sutra memerlukan perawatan yang lebih dibandingkan baju berbahan biasa. Perawatan tersebut untuk menghindari baju Batik atau kain batik cepat rusak dan warna yang kusam. Berikut tips cara mencuci dan merawat batik, seperti dikutip dari laman Batikannur:

  1. Cuci tanpa pakai mesin

Tidak bisa dipungkiri, mesin cuci adalah cara paling cepat dan praktis ketika cucian menumpuk. Selain itu, mesin cuci dapat membuat pakaian lebih cepat kering. Serat dan warna pada Batik akan rusak jika mencuci dengan mesin cuci. Dalam mencuci pakaian Batik, sebaiknya cuci manual menggunakan tangan. Cukup dikucek, tidak perlu menggunakan sikat cuci.

  1. Jangan pakai detergen

Penggunaan deterjen dapat mengikis warna kain Batik. Untuk mencuci kain Batik, Anda bisa menggunakan lerak sabun yang khusus untuk mencuci pakaian batik. Alternatif lain selain lerak sabun, Anda dapat menggunakan sampo atau sabun mandi, di mana kandungan bahan kimia lebih rendah dari pada deterjen, sehingga aman untuk batik.

Jika ingin menggunakan cara alami, rendamlah batik dengan air hangat. Kemudian, gunakan kulit jeruk atau buah lerak untuk mencucinya.

  1. Jangan diperas

Memeras kain Batik yang telah dicuci justru membuat mudah rusak. Lalu bagaimana caranya agar kain batik tidak rusak? Caranya, cukup menggantung baju batik yang telah dicuci, atau bisa mengibas kecil untuk menghilangkan air.

  1. Hindari sinar matahari langsung

Warna dan tekstur batik akan rusak bila menjemur di bawah sinar matahari langsung. Untuk itu, mengeringkan kain Batik cukup jemur di tempat yang teduh, atau diangin-anginkan saja. Lebih lama memang, tapi cara ini membuat warna kain Batik lebih awet.

  1. Lapisi saat menyetrika

Panas dari setrika dapat membuat tekstur dan warna kain Batik menjadi rusak. Untuk itu, saat menyetrika baju Batik, sebaiknya beri alas berupa kain lain. Sehingga, panas setrika tidak kontak langsung dengan baju Batik.

  1. Hindari pewangi lemari pakaian

Tidak sedikit orang yang menambahkan kapur barus atau kamper agar pakaian yang disimpan dalam lemari tidak apek dan ngengat. Namun, penggunaan kapur barus justru dapat membuat kain Batik menjadi kusam.

Jika Anda tetap menggunakan kapur barus, maka bungkus kain batik dengan plastik sebelum dimasukkan ke dalam lemari dan hindari kontak langsung. Sedangkan untuk menghindari serangga ngengat, lebih baik menggunakan bahan alami seperti merica dan kayu cendana.

  1. Jangan semprotkan parfum

Kandungan bahan aktif pada parfum dapat merusak motif dan warna Batik. Cara aman menggunakan parfum pada baju batik adalah dengan tidak menyemprotkan parfum langsung ke baju batik. Namun, Anda dapat menyemprotkan ke bagian tubuh atau pakaian dalam. Sehingga, cairan parfum tidak kontak langsung dengan kain Batik.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top