Malam Ini, Dialog “Ada Apa dengan Indonesia” di Kafe Dawiels Bandar Lampung


Dari kiri ke kanan: Radityo Ariadi Nugroho, Ahmad Yulden Erwin, Dedy Mawardi, Aqil Irham saat dialog “Ada Apa Dengan Indonesia” di Kafe Dawiels, Bandar Lampung, Rabu malam, 27/9/2017. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kelompok Studi Kader (Klasika) Lampung bersama AkuNU menggelar dialog “Ada Apa Dengan Indonesia”. Kegiatan itu dihelat di Kafe Dawiels, Jalan Kartini Nomor 40, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Rabu malam, 27/9/2017.

Dialog dengan pembahasan “Mengaca Peristiwa Pembubaran Diskusi dan Pengepungan Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)” itu menghadirkan tiga narasumber. Ketiganya, pendiri Komite Antikorupsi (Koak) Lampung Ahmad Yulden Erwin, sosiolog yang juga Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) M Aqil Irham, dan mantan direktur LBH Bandar Lampung Dedy Mawardi.

Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah yang sebelumnya diagendakan menjadi moderator digantikan suaminya, Radityo Ariadi Nugroho. Fatikhatul sedang kurang sehat setelah mengikuti pelatihan di Bawaslu RI, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam pengantarnya, Een Riansyah dari Klasika mengatakan, pihaknya mengangkat persoalan itu karena masalah tersebut tak hanya persoalan demokrasi. “Klasika hanya ingin mengatakan bahwa kami sedikit miris melihat kondisi ini. Ke mana kelompok-kelompok mahasiswa? Ke mana kelompok-kelompok yang selama ini bicara ideologi,” kata Een.

Menurutnya, saat ini, kondisi di Indonesia sedang carut-marut karena dimainkan berbagai isu. Salah satunya, isu mengenai Partai Komunis Indonesia (PKI). “Kami semua wajib memberi tahu kepada masyarakat apa yang terjadi di republik ini,” ujarnya.(*)

Baca juga Kupas Pengepungan YLBHI, Klasika Lampung Hadirkan Wasekjen PBNU di Diskusi Nanti Malam

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top