Ekonomi Digital, Penyokong Kesiapan Lampung jadi Pusat Pemerintahan RI


Andi Desfiandi | Humas IBI Darmajaya

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lampung sebagai daerah bergeopolitik strategis, memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat ekonomi digital di Indonesia. Menurut Dr Andi Desfiandi Alfian SE MA, analis ekonomi digital yang juga inisiator FGD DKI Lampung, secara mikroanalisis, relativitas gerak maju pelaku ekonomi digital di Lampung turut mematangkan kesiapan Provinsi Lampung sebagai salah satu kandidat alternatif pusat pemerintahan RI.

Menurut Andi, Lampung sudah tidak lagi berlaku fatalis, atau menerima begitu saja dengan hanya mengandalkan posisinya sebagai zona transit Sumtera-Jawa. Sebaliknya, Lampung menunjukkan indikator surplus dengan kemajuan ekonomi digitalnya. Saat ini, infrastruktur jaringan internet di Lampung sudah cukup baik. Zonasi jalur backbone pendukung program Indonesia digital 2020 juga mayoritas sudah hijau.

Selain itu, natalitas atau laju kelahiran pelaku ekonomi digital juga menunjukkan angka yang semakin tinggi. Begitu pula peminatnya. “Dukungan sistemik pemerintah daerah dan kesiapan sumber daya manusia yang ultradinamis, mungkin menjadi buah manis status Lampung sebagai miniatur Indonesia,” kata Andi, dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Minggu, 24/9/2017.

Tidak hanya itu, menurut Andi, serapan nilai-nilai kearifan lokal Lampung yang unggul bisa jadi benteng terakhir efek negatif digitalisasi ekonomi. “Hindari budaya instan, jaga muruah (nama baik) kearifan lokal, jangan gengsi, dan jangan cepat berpuas diri. Ini kata kunci success story ekonomi digital, baik di Lampung maupun nasional,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Harga Telur di Bandar Lampung Tembus Rp24 Ribu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga telur ayam merangkak naik menjelang tahun baru. Kini, harganya di pasaran tembus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *