Analis Ekonomi Digital Lampung Andi Desfiandi: Indonesia Jadi Negara Startup Terbesar Ketiga


Andi Desfiandi Alfian | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Indonesia saat ini sudah memiliki sekitar 1500 perusahaan start-up. Hal tersebut telah membawa Indonesia menjadi negara pengampu korporasi start-up terbesar ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat dan India. Hal ini diungkapkan oleh Andi Desfiandi Alfian, analis ekonomi digital Lampung yang menjadi inisiator FGD DKI Lampung.

Menurutnya, kualitas kemampuan melayani dari jutaan pelaku ekonomi digital memiliki peran besar dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Tahun 2015 saja, nilai transaksi e-commerce Indonesia mencapai Rp300 Triliun. Atau mengalami kenaikan rata-rata sebesar 40% per tahun.

Dengan begitu, target Indonesia sebagai pusat ekonomi digital ASEAN 2020 bukan hal yang mustahil. Target tersebut memiliki daya dukung bonus demografi, bahkan hingga tahun 2045, dimana mayoritas penduduk Indonesia berusia produktif. Selain itu, Indonesia juga negara dengan populasi terbesar di ASEAN.

“Anak muda Indonesia juga sangat kreatif menanggapi dinamika digitalisasi ekonomi dunia. Terbukti, sekarang banyak perusahaan e-commerce dan market place karya anak bangsa yang mendulang sukses,” kata Andi, dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Minggu, 24/9/2017.

Selain itu, secara elementer, pemerintahan Joko Widodo terlihat sangat memperhatikan dan mendorong tumbuh kembang ekonomi digital, sebagai salah satu tulang punggung ekonomi masa depan.

Baca juga Ekonomi Digital, Penyokong Kesiapan Lampung jadi Pusat Pemerintahan RI


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Harga Telur di Bandar Lampung Tembus Rp24 Ribu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga telur ayam merangkak naik menjelang tahun baru. Kini, harganya di pasaran tembus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *