Soal Krisis Air, Pemkot Bandar Lampung Dinilai Abai Terhadap Penyelamatan Air


Dosen Fakultas MIPA Universitas Lampung Diky Hidayat saat menjadi narasumber di talkshow Kafe Juwe Radio Andalas 102,7 FM, pagi tadi, 21/9/2017 | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Menyikapi krisis air di Bandar Lampung,  kebijakan-kebijakan pemerintah dinilai belum menjamin ketersediaan air. Pemerintah daerah saat ini hanya konsen terhadap pembangunan infrastruktur. Namun, abai terhadap masa depan air di Bumi Ruwa Jurai, khususnya Kota Bandar Lampung.

Hal tersebut disampaikan oleh Dosen Fakultas MIPA Universitas Lampung Diky Hidayat saat menjadi narasumber di talkshow Kafe Juwe Radio Andalas 102,7 FM, pagi tadi, 21/9/2017. Menurutnya keseriusan Pemerintah dalam pengadaan daerah resapan air masih kurang.

“Misalnya saja, saat ada pembangunan perumahan, hanya membuat cadangan air untuk perumahan itu saja. Tidak memikirkan bagaimana kondisi di sekelilingnya. Akhirnya, air permukaan, yang tadinya deposit, jadi menghilang. Pemerintah dalam hal ini melakukan pembiaran,” kata dia.

Diky menambahkan, pemerintah perlu melakukan konservasi air.  Kontur wilayah Bandar lampung yang berbukit, sebagian besar sudah menjadi perumahan, hotel, dan lainnya. Dalam kondisi normal, 80% air mestinya masih terserap.

“Dengan kondisi dikeliling perbukitan mestinya jadi sumber daya air yang baik. Namun, alih fungsi lahan tersebut membuat daerah resapan menjadi berkurang fungsinya,” kata dia.(*)

Laporan Imelda Astari

Baca juga


Komentar

Komentar

Check Also

Mahad Aljamiah UIN Raden Intan Rayakan Maulid Nabi dengan Pawai Obor

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ratusan mahasantri Mahad Aljamiah UIN Raden Intan Lampung merayakan maulid Nabi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *