Mengerikan, Ini yang Terjadi di Bandar Lampung 5 Tahun Ke Depan Jika Tak Serius Selamatkan Air


PEMBINA YKWS dan Koordinator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)Bambang Pujiatmoko  | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Aktivis lingkungan Bambang Pujiatmoko mengatakan, krisis air yang terjadi saat ini, akan semakin parah jika persoalannya tidak segera diatasi dan tidak ada upaya serius dari pemerintah maupun masyarakat.

“Lima tahun lagi, mungkin nanti kemarau seminggu, kita sudah tidak punya air. Dan kekeringannya akan semakin panjang periodenya. Mandi akan menjadi sesuatu hal yang mahal. Lalu saat hujan, jangan kaget kalau rumah kita tergenang, dan banjirnya dalam periode yang lebih panjang juga,” kata Bambang saat menjadi narasumber Talkshow Kafe Juwe Radio Andalas 102,7 FM Kamis pagi, 21/9/2017.

Berdasarkan analisis pihaknya, krisis air akan terjadi pada tahun 2020. Bukan hanya kekeringan, tapi juga banjir bandang. “Kalau tidak berbenah dari sekarang, yang akan terjadi paling ekstrem adalah musnahnya kehidupan beberapa puluh tahun kedepan. Bisa-bisa Lampung ini ya tidak ada kedepannya. Bahkan bisa jadi akan ada proses gurunisasi,” kata Bambang.

Koordinator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) itu menilai, memang sudah ada upaya pemerintah terhadap persoalan ini, akan tetapi keseriusannya masih tanda tanya juga.

“Belum ada tindakan konkret. Tidak ada juga jaminan 20 tahun kedepan anak cucu kita bisa minum atau tidak. Skenarionya itu belum ada, dan ini sangat mengerikan. Karena air itu kebutuhan dasar. Air itu bagian dari hak asasi. Artinya kalau pemerintah abai, maka itu melanggar hak untuk hidup layak. Sementara, air dalam UU otonomi daerah menjadi tanggung jawab Pemda,” paparnya.(*)

Laporan Imelda Astari

Baca juga Kafe Juwe Bicarakan Krisis Air, Bambang Pujiatmoko: Kita Abai Selama Ini

Kafe Juwe, Area Penyerapan Air di Lampung Sudah Rusak


Komentar

Komentar

Check Also

Arinal Djunaidi Lakukan Groundbreaking Saluran Kabel Laut di Pulau Pahawang

PESAWARAN, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Saluran Kabel Laut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *