Diky Hidayat Sarankan Pemkot Bandar Lampung Perbanyak Embung


Dosen Unila Diky Hidayat | Akun Facebook Diky Hidayat

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bandar Lampung saat ini tengah menghadapi krisis air. Hal ini akibat maraknya alih fungsi lahan dan pembangunan infrastruktur yang belum peduli lingkungan. Dosen Fakultas MIPA Universitas Lampung Diky Hidayat mengatakan, pembangunan mall atau gedung baru membuat deposit air di sekitarnya berkurang.

Agar air hujan tidak langsung mengalir ke laut, pemerintah harus banyak membangun area penyerapan air. Setidaknya, membangun embung sebagai sarana simpanan air. “Jumlah embung di Bandar Lampung ini kan semakin berkurang. Mungkin bisa saja, pemerintah menggalakkan program satu desa satu embung,” ujar Diky saat menjadi narasumber di talkshow Kafe Juwe Radio Andalas 102,7 FM, pagi tadi, 21/9/2017

Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan konservasi air. Kontur wilayah Bandar lampung yang berbukit, sebagian besar sudah menjadi perumahan, hotel, dan lainnya. Dalam kondisi normal, 80% air mestinya masih terserap.

“Harusnya kalau ada pembangunan bisa dilakukan konservasi air. Kalau seperti ini terus, makin bahaya. Bisa-bisa 10 tahun kedepan, kita krisis air. Dan yang paling merasakan adalah masyarakat kelas bawah,” kata dia, saat menjadi narasumber Talkshow Kafe Juwe, Radio Andalas 102,7 FM, Kamis pagi, 21/9/2017. (*)

Laporan Imelda Astari

Baca juga Soal Krisis Air, Pemkot Bandar Lampung Dinilai Abai Terhadap Penyelamatan Air


Komentar

Komentar

Check Also

Nobar “Kucumbu Tubuh Indahku” di Lampung Dibubarkan, Klub Nonton: Ini Belenggu Kebebasan Karya Seni

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sekelompok orang yang mengenakan pakaian bertuliskan Front Pembela Islam (FPI) membubarkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *