IB Ilham Malik: Kebijakan Normatif Tetap Bisa Ancam Masa Depan Kota


Dosen UBL IB Ilham Malik | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Menghadapi laju pertumbuhan lahan mukim di Kota Bandar Lampung yang semakin tinggi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung perlu membuat kebijakan yang tepat. Peneliti Center for Urban & Regional Studies IB Ilham Malik mengatakan, kebijakan normatif tetap dapat mengancam masa depan kota.

Baca juga Persentase Lahan Mukim Capai 51%, Pemkot Bandar Lampung Perlu Kaji Ulang Tata Ruang Kota

Menurut Ilham, salah satu kebijakan yang dapat diambil adalah dengan mewajibkan pembangunan rumah vertikal atau rumah susun dan apartemen. Meskipun kebijakan ini dinilai tidak umum diterapkan di daerah, Pemkot Bandar Lampung perlu mengambil kebijakan ini untuk melindungi ekonomi dan lingkungan kota di masa yang akan datang.

“Saat ini, persentase penggunaan lahan kota sebagai lahan mukim di Bandar Lampung sudah mencapai 51%,” kata dia.

Penggunaaan lebih dari separuh luas lahan kota untuk pemukiman dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan. Selain itu, hal tersebut juga dapat menyulitkan perkembangan ekonomi kota.

Sementara itu, persentase penggunaan lahan untuk kegiatan perdagangan, jasa industri, serta pergudangan di Kota Bandar Lampung hanya 8-9%. Padahal, sebagai kota industri, Bandar Lampung akan menarik banyak investasi di bidang industri pergudangan dan jasa.

“Itulah mengapa di kota kita (Bandar Lampung), banyak terjadi konflik antara permukiman dengan pembangunan sektor industri,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Nobar Final Piala Dunia 2018 di Kafe Babe Bandar Lampung Dimeriahkan Live Music

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Salah satu kafe di Bandar Lampung yang menjadi langganan tempat nonton …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *