STATUS BAMBANG PUJIATMOKO: Kita Sering Abai dengan Krisis Air


Grafik perubahan karakteristik aliran sungai di Stasiun Kunyir (1968-2001) | Bambang Pujiatmoko

BELAKANGAN ini, semakin sering terdengar, dimana-mana terjadi kekeringan. Banyak penduduk kekurangan air. Termasuk di Provinsi Lampung. Kondisi ini mengingatkan hasil riset GGWRM (Good Governance in Water Resources Management) di Way Sekampung pada tahun 2003.

Salah satu kesimpulan hasil riset GGRW diindikasikan akan terjadi #LampungKrisisAir2020. Yang dimaksud krisis air adalah kondisi yang luar bisa, dimana pada saat musim hujan terjadi banjir bandang, dan pada saat musim kemarau tidak ada air.

Gambar di atas memperlihatkan debit maksimum (Qmax) yang terjadi setiap tahun cenderung semakin bertambah besar. Sedangkan debit minimum (Qmin) cenderung bertambah kecil, lama-lama mendekati nol. Nisbah antara debit maksimum dengan debit minimum cenderung naik dari sekitar 5 pada tahun 1968 menjadi sekitar 33 pada tahun 2001.

Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang masih baik, nisbahnya kurang dari 20. Maka, dapat diindentifikasi bahwa sejak tahun 1986 mulai terjadi proses degradasi DAS. Apabila tidak segera dilakukan rehabilitasi DAS, diduga pada tahun 2020, debit minimumnya akan nol.

Kita masyarakat provinsi Lampung sudah diingatkan sejak 2003 atau 14 tahun lalu. Tetapi kita seringkali tidak mau mendengar dan tidak mau tahu. Kondisi DAS tidak banyak mengalami perbaikan, alih fungsi lahan menjadi perkebunan terutama didaerah hulu masih menjadi pilihan ekonomi semata. Pepohonan berubah jadi tanaman sawit. Daerah resapan air kita rubah jadi beton perumahan, dan perilaku kita masih suka boros air.

Lalu, apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu? Air mata atau mata air?

Bambang Pujiatmoko | Aktivis lingkungan di Lampung | Status Facebook, Minggu, 17 September 2017

duajurai.co, Portal Berita Lampung Terkini Terpercaya


Komentar

Komentar

Check Also

OPINI ANDI DESFIANDI: Skandal Garuda, Momentum Bersih-Bersih BUMN

DR ANDI DESFIANDI SE MA | Ketua Bidang Ekonomi DPP Bravo Lima SKANDAL Direksi Garuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *