Akhir Pekan, Asyiknya Snorkeling di Pulau Tegal Lampung


Husni sedang snorkeling di Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran, Lampung. | Husni

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Akhir pekan asyiknya melakukan berbagai hal menyenangkan. Misal, berwisata alam karena banyak sekali tempat indah di Lampung yang belum dinikmati.

Bagi pencinta selam permukaan (snorkeling) dan free diving di Lampung, lokasi di kawasan Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran, mungkin sudah tak asing lagi. Selain Pulau Pahawang dan sekitarnya, Pulau Tegal juga menjadi primadona tersendiri bagi sebagian pencinta snorkeling.

Salah satu penghobi snorkeling adalah M Husni. Warga Sukabumi, Bandar Lampung, itu bahkan bisa melakoni hobinya dua pekan sekali. Dia juga cukup paham lokasi-lokasi terbaik menikmati kehidupan bawah laut. “Saya suka sekali snorkeling di perairan Pesawaran. Salah satu spot favorit saya di Pulau Tegal dan Pasir Timbul. Keindahan batu karang, ikan berwarna-warni, dan ribuan jenis biota laut menjadi surga tersendiri bagi kami pencinta snorkeling dan diving,” kata Husni kepada duajurai.co, Sabtu, 19/8/2017.

Dia mengatakan, terdapat beberapa spot menarik di kawasan Pulau Tegal. Di sana, kondisi sebagian besar terumbu karang juga masih bagus. “Bagian belakang pulaunya masih perawan, belum terjamah. Kalau di depannya justru sudah ada yang mengelola, dan ada juga kawasan penduduk,” ujarnya.

Kegiatan yang menjadi favorit Husni dan kawan-kawannya adalah mengambil kerang Lola di antara batu karang. Jenis kerang tersebut sejatinya sangat dilindungi, sehingga dilarang mengambil dalam jumlah besar. “Kalau untuk dikonsumsi tak masalah karena dalam junlah sedikit. Tapi, kalau mengambilnya kapasitas besar, harus ada surat izin,” kata dia.

Menurut Husni, Pulau Tegal memang tak memiliki spot snorkeling sebanyak di Pulau Pahawang. Namun, Pulau Tegal lebih dekat dijangkau dari pesisir Pesawaran, misal, dari Pantai Mutun, atau dari Pantai Sari Ringgung. “Pemandangan bawah laut yang luar biasa juga enggak kalah indah sama Pahawang,” ucapnya.

Dia menambahkan, hasil pengamatannya selama beberapa tahun belakangan, cuaca paling bagus untuk melakukan snorkeling ketika tak banyak angin, dan selepas hujan. Sebab, kondisi cuaca memengaruhi jumlah ikan di perariran dangkal. “Kalau kondisi laut tenang, banyak ikan karang seperti Kerapu, ikan Buntel, dan lainnya. Tapi, kalau gelombang air laut sedang kencang, kadang ikan besar bisa terbawa ke pinggiran. Saya pernah iseng menjaring ikan, ternyata dapat ikan Simba yang terbawa arus laut,” kata Husni.(*)

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top