OPINI ANDI SURYA: Banyak Jalan Menuju Roma, Apalagi Cuma Menuju Mahan Agung  


 

Anggota DPD Andi Surya | ist

Dr Andi Surya | Anggota DPD RI asal Lampung

POLITIK Lampung semakin memanas. Saya mencermati, hampir semua bakal calon (balon) memiliki kapasitas dan kapabilitas yang cukup. Sebab, semua punya pengalaman dan rekam jejak yang lumayan. Lalu, fase yang menentukan, memenangkan pertarungan merebut SK partai dapat membuat para balon sesak napas.

Jika tidak terkontrol bisa masuk rumah sakit. Sebab, ada partai yang mengeluarkan SK dengan ‘metu’  berharap dapat menjadi gandengan wakil. Namun, ada juga yang ‘injury time‘. Yang terakhir ini benar-benar membutuhkan kekuatan prima bakal calon yang mampu mengeleminir segenap informasi, dan tidak terpengaruh oleh bisik sana-sini.

Saya tidak ingin mencampuri urusan SK partai. Namun, tentu partai-partai ini sesungguhnya milik rakyat karena perwakilan parlemen yang ditunjuk, dan pilkada secara demokrasi ada pada hak-hak rakyat. Jumlah suara yang menjadi ‘treshold‘ kecukupan perahu kan ditentukan sebelumnya oleh rakyat melalui pileg yang lalu. Jadi, sesungguhnya partai politik juga harus memiliki pendengaran yang peka untuk merekam suara masyarakat. Sebab, jumlah dukungan perahu itu berdasar suara yang telah diberikan rakyat dalam proses pemilu sebelumnya.

Lalu, bagaimana jika ternyata kemudian kita ketahui bahwa politik di daerah secara mengerucut ditentukan oleh hanya beberapa. Bahkan, ada yang tunggal ditentukan oleh pemimpin partai di Jakarta? Inilah persoalannya, apakah bakal calon mampu melakukan pendekatan kepada pemegang kunci kebijakan partai? Kira-kira berapa banyak energi yang harus terkuras untuk lobbying ini? Allahua’lam…

Menurut saya, jawabnya ada pada popularitas, elektabilitas, dan akseptabilitas bakal calon, bukan sekadar Lobbying. Maka, mau tidak mau tiga variabel inilah yang harus dikencangkan oleh bakal calon. Untuk Lampung siapakah yang unggul? Silakan kita sebagai rakyat mengamati. Namun, hasil survei lembaga survei patut dicermati. Untuk surveyor abal-abal dan yang berbayar sebaiknya diabaikan saja. Sebab, pasti surveinya bodong dan bohong… (maaf ya).

Jika bakal calon ternyata secara fakta tidak mampu mendapatkan SK partai, maka sebaiknya berpikir alternatif. Maksudnya, bisa masuk ke jalur perseorangan (independen). Ada banyak bukti calon independen menang dalam pilkada. Jadi, enggak usah ragu. Bila mau kerja keras pasti dua tiga pulau bisa terlampaui. Banyak jalan menuju Roma, apalagi jika cuma menuju Mahan Agung (Rumah Dinas Gubernur Lampung). Tabik.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top