Inovasi Mahasiswa Perikanan Unila Lolos PIMNAS ke-30


Ilustrasi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Mahasiswa Jurusan Perikanan dan Kelautan Universitas Lampung (Unila) berhasil meloloskan dua judul Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-30. Kegiatan tersebut berlangsung di Makassar pada 23-38 Agustus mendatang.

“Salah satu Tim PKM Penelitian Eksakta (PE) Unila yang lolos dalam ajang tersebut adalah karya tulis berjudul “Pemanfaatan Tetes Tebu Legi Sebagai Alternatif Media Kultur Bakteri Lokal Yang Lebih Ekonomis Dan Ramah Lingkungan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei)”atau disingkat PETE BULE,” kata Dosen Perikanan Unila Esti Harpeni dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Jumat, 11/8/2017.

Dia mengatakan, Provinsi Lampung mempunyai potensi budi daya perikanan dan tambak yang sangat besar dengan luas mencapai 61.200 ha. Salah satunya, budi daya udang vaname. Namun, keberadaan udang vaname saat ini mengalami berbagai permasalahan, seperti penurunan kualitas air. “Akibatnya, pertumbuhan udang menjadi terganggu,” ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, Ketua Tim PKM-PE Ayu Novitasari melakukan penelitian. Hasilnya, tercipta inovasi dari penelitian melalui penggunaan probiotik bakteri isolat lokal. Inovasi yang dilakukan terkait efisiensi kultur bakteri tersebut. Bakteri isolat lokal biasanya dikultur pada media sea water complate (SWC). Namun, terdapat beberapa kelemahan, seperti tidak ekonomis dan hanya dapat dikultur pada skala laboratorium.

Untuk itu, pihaknya berupaya mencari media alternatif lain untuk menggantikan SWC yang lebih ramah lingkungan, lebih ekonomis, dan dapat dikultur pada skala semi massal, yaitu media teknis molase. Harapannya, pemberian bakteri isolat lokal yang dikultur pada media teknis molase dapat meningkatkan pertumbuhan udang, dan menstabilkan kualitas air tambak. “Dengan inovasi ini diharapkan ada dukungan untuk peningkatan produksi udang vaname,” ujar Ayu.

Secara terpisah, Maulid Wahid Yusuf, dosen pembina kemahasiswaan Jurusan Perikanan dan Kelautan Fakultas Perikanan Unila, mengatakan,pihaknya berusaha membangun kultur ilmiah. Selain itu, berperan aktif dalam peningkatan kapasitas mahasiswa, baik melalui inovasi pada bidang penelitian, kreativitas sosial kemasyarakatan, maupun pengembangan technopreneurship perikanan.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top