Unila Tambah 1.000 Mangrove di Lampung Timur


REKTOR Unila Hasriadi Mat Akin (tengah) mengunjungi Mangrove Center di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, beberapa waktu lalu. Kedatangannya bersama rombongan menambah 1.000 tanaman bakau di Mangrove Center. | Situs Unila

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Universitas Lampung (Unila) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menambah 1.000 tanaman bakau di Mangrove Center, Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, beberapa waktu lalu. Penambahan tersebut dalam rangka meningkatkan biodiversitas mangrove.

Rektor Unila Hasriadi Mat Akin mengatakan, dengan terakreditasi A Unila di level nasional, kini pihaknya tengah menargetkan untuk go internasional. Salah satunya, dengan mengembangkan program peningkatan ekosistem tanaman bakau di Mangrove Center.

Menurutnya, untuk bisa menginternasionalkan Unila tidak mesti ke luar negeri. Namun, bagaimana Kampus Hijau itu mampu menginisiasi sebuah kajian yang bisa dikaji secara internasional. “Datangnya salah satu periset mangrove dari Jepang merupakan salah satu wujud output program biodiversitas mangrove ini,” kata Hasriadi, seperti dikutip dari laman Unila, Senin, 31/7/2017.

Dia berharap, dunia bisa mengenal bahwa jika ingin kajian hutan mangrove itu adanya di Lampung, khususnya Lampung Timur. Dari sana akan ke luar riset-riset berskala internasional yang akan memenuhi database hutan mangrove dunia. “Hal itu secara tak langsung akan menghidupkan Unila secara internasional,” kata dia.

Hasriadi menambahkan, hutan mangrove sangat atraktif untuk dipelajari. Sebab, sejak dikelola secara intensif antara Unila, Pemkab Lampung Timur dan penduduk setempat, terjadi pertambahan luas mangrove setiap tahunnya. Terbukti dari luas lahan mangrove yang semula sekitar 700 hektare kini lebih dari 800 hektare. Hal itu merupakan sebuah prestasi dalam membangun dan mengelola mangrove. “Saya berharap, hutan mangrove ini dapat terus berkembang menjadi destinasi wisata yang memiliki nilai jual bagi turis dalam dan luar negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan David Ariswandi mengucapkan terima kasih atas upaya Unila turut mengembangkan hutan mangrove. “Tak hanya sebagai penyangga lingkungan, namun keberadaan Mangrove Center ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Kembangkan Pariwisata, Arinal Dukung Rute Lampung-Kuala Lumpur AirAsia

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendukung pengembangan rute Lampung-Kuala Lumpur yang akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *