Teruskan Tradisi Keilmuan Pesantren, PKS Lampung Adakan Lomba Baca Kitab Kuning II


Lomba Baca Kitab Kuning yang dihelat PKS di Lampung| humas PKS Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Fraksi PKS se-Provinsi Lampung bersama struktur PKS se-Lampung siap melaksanakan agenda Lomba Baca Kitab Kuning. Hal tersebut dikatakan Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung Ade Utami Ibnu, MInggu, 30/7/2017.

“Dalam khazanah keilmuan Nusantara, kitab kuning adalah sumber ilmu yang patut dikaji khususnya di pondok pesantren. Tentu kajian kitab kuning berangkat dari bagaimana membaca, menerjemahkan dan menafsirkan, kemudian mempraktikannya,” kata Ade dalam rilisnya kepada duajurai.co.

Menurutnya, dalam upaya meneruskan tradisi dan khazanah keilmuan di Nusantara, khususnya di Sai Bumi Ruwajurai, PKS merasa punya tanggung jawab agar kitab kuning tetap menjadi rujukan, baik sisi keilmuan, rujukan beribadah maupun bermualamah.

“Sehingga sangat wajar, kami di fraksi PKS se-Lampung melaksanakan lomba baca kitab kuning di Provinsi Lampung bersama struktur PKS baik di tingkat kota/kabupaten maupun provinsi. Ini tahun kedua kami melaksanakannya,” katanya lagi.

Sekretaris Umum DPW PKS Lampung itu menjelaskan, Lomba Baca Kitab Kuning di Provinsi Lampung diawali dari Lomba Baca Kitab Kuning tingkat kota dan kabupaten yang dilaksanakan pada hari ini sampai Sabtu depan, 5/8/2017.

“Pemenang lomba tingkat kota dan kabupaten akan mengikuti lomba tingkat provinsi pada 6 Agustus mendatang,” jelas aleg dari daerah pemilihan Tuba, Tuba Barat dan Mesuji.

Ketua Panitia Lomba Kitab Kuning Tingkat Provinsi, Yulianto menerangkan hadiah utama lomba ini adalah umrah, dengan syarat menang di tingkat nasional di Jakarta pada 24 September. Pelaksanaan lomba di kota/kabupaten ditargetkan diikuti setidaknya 100 orang santri.

“Kitab yang dilombakan merupakan Kitab Fathul Mu’in karya Syaikh Zainuddin Bin Abdul Aziz Al Malbary dan insya Allah salah satu juri lomba baca kitab kuning tingkat provinsi adalah Ketua Umum PKS Lampung Ahmad Mufti Salim,” kata Ketua Bidang Pembinaan Umat DPW PKS Lampung.

“Gus Mufti kebetulan memang alumnus i ondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Insya Allah beliau terbiasa dengan kitab kuning,” tutupnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Diskusi Sahabat Demokrasi: Pererat Hubungan, Cara Minimalkan Ongkos Politik

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Para calon anggota legislatif (caleg) disarankan mempererat hubungan dengan orang-orang di daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *