OPINI IRFAN TRI: Lampung Butuh Pemimpin Peduli Lingkungan Hidup


SPANDUK balon gubernur Lampung terpaku di pohon di Jalan Pangeran Emir M Noer, Sumur Putri, Telukbetung, Bandar Lampung, Senin, 3/7/2017. | Imelda Astari/duajurai.co

Irfan Tri Musri | Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Lampung

PEMILIHAN Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Lampung memang masih cukup lama, yaitu pada 2018 mendatang. Namun, sosialisasi para bakal calon (balon) gubernur Lampung mulai tampak di Bumi Ruwa Jurai. Banyak cara yang dilakukan oleh para balon gubernur Lampung dalam mensosialisasikan dirinya. Mulai dari turun langsung ke masyarakat, maupun melalui iklan di media massa, papan iklan/baliho, dan melalui pemasangan banner di ruas-ruas jalan yang dianggap strategis.

Sosialisasi melalui pemasangan banner di pinggir jalan mungkin dianggap hal yang paling mudah, efektif, dan efisien. Namun, sangat kita sayangkan jika pemasangan baner-baner dengan cara ditempelkan dengan paku di pohon-pohon  di pinggir jalan. Seperti diketahui, paku merupakan benda logam yang memiliki karat. Apabila paku dipasang di pohon, maka kandungan karat dalam paku tersebut dapat meracuni dan merusak pohon. Bahkan, dapat mengancam keberadaan pohon sebagai penyumbang oksigen untuk manusia bernafas.

Dari hal tersebut kita dapat mengetahui bahwa para balon yang memasang banner dengan cara dipaku di pohon ialah balon kepala daerah yang tidak melakukan Kampanye Hijau (Green Campaign). Terlepas apakah pemasangan banner di pohon merupakan instruksi langsung dari atas, ataupun aktivitas nakal, maupun oknum kampanye di lapangan. Namun, tetaplah tindakan tersebut merupakan hal yang tidak kita inginkan.

Seperti diketahui, sampai saat ini masih banyak banner bakal calon kepala daerah yang dipasang dengan cara menempel di pohon dengan menggunakan paku. Pemandangan tersebut bukan hanya kita lihat di Kota Bandar Lampung, tapi juga di kabupaten/kota lainnya. Juga disepanjang jalan yang menurut mereka strategis.

Kita berharap, pelaksanaan kampanye Pilgub Lampung dapat berjalan dengan Kampanye Hijau. Salah satu cara mewujudkan hal tersebut, yakni para balon tidak memasang banner dengan cara dipaku di pohon. Hal ini bertujuan menjaga usia pohon dan menyelamatkan pohon dari racun yang terkandung di dalam paku.

Kita juga berharap, pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten di Lampung dapat melakukan penindakan terhadap banner-banner yang dipasang di pohon. Contohnya, seperti yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Lampung Utara, beberapa waktu lalu. Semoga.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top