Garam Melambung, Pengusaha Ikan Asin Bandar Lampung Kurangi Upah Pekerja Jadi Rp20 Ribu Sehari


 

SEJUMLAH pekerja sedang memilih ikan asin di Pulau Pasaran, Bandar Lampung, Selasa, 25/7/2017. Upah para pekerja ikan asin di sana berkurang jadi Rp20 ribu per hari karena harga garam melambung. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga garam yang melambung jadi Rp5.000 per kilogram membuat pengusaha ikan asin harus mengeluarkan dana ekstra untuk biaya produksi. Karena itu, mereka menyiasati dengan meminimalkan pengeluaran, salah satunya mengurangi upah para pekerja.

Hal itu seperti yang dilakukan Abdul Wahid (45), salah satu pengusaha ikan teri asin di Pulau Pasaran, Bandar Lampung. Dia mengaku dengan berat hati membayar keringat pekerja sebesar Rp20 ribu per hari. Padahal, biasanya mereka diberi imbalan Rp50 ribu per hari.

“Saya harus mengimbangi pengeluaran agar usaha ini tetap bertahan. Kalau enggak begitu ya bisa bangkrut. Mau tak mau ya hanya bisa bayar sebegitu, Rp20 ribu sehari,” kata Abdul saat ditemui duajurai.co di kediamannya, Selasa, 25/7/2017.

Sementara itu, Ahmad, salah satu pekerja di pembuatan ikan asin di Pulau Pasaran, mengaku bisa menerima upah Rp20 ribu per hari. Sebab, dia membutuhkan uang untuk menyambung hidup. Selain itu, Ahmad juga maklum upahnya dikurangi karena harga garam sedang melambung. “Ya gimana kalau tak kerja? Anak-istri kan harus tetap diberi nafkah. Cukup enggak cukup uang segitu. Kalau ada kebutuhan mendesak banget, saya bon kepada bos. Nanti dibayar kalau sudah ada uang,” ujarnya.(*)

Baca juga Harga Garam Melejit, Pengeluaran Pengusaha Ikan Asin Bandar Lampung Jadi 4 Kali Lipat

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Layani Seluruh Siklus Kepemilikan Mobil, Asuransi Astra Lampung Kenalkan Garda Mall

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Asuransi Astra Cabang Lampung memperkenalkan Garda Mall, yaitu fitur terbaru dalam layanan aplikasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *