Somasi Bawaslu, Dian Meiliyandi Minta Agenda Ulang Seleksi Panwaslu se-Lampung


S Dian Meiliyandi menyampaikan protes saat tes calon anggota pengawas pemilu (panwaslu) kabupaten/kota se-Lampung di UIN Raden Intan, Bandar Lampung, Senin, 10/7/2017. Dia merasa dibohongi karena sistem tes yang tiba-tiba berubah menjadi manual. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sherli Dian Meiliyandi mengirim surat somasi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dan Bawaslu Lampung terkait tes tertulis calon anggota panitia pengawas pemilu (panwaslu) kabupaten/kota se-Lampung yang menggunakan sistem manual. Warga Tanggamus yang walk out (WO) saat tes tertulis tersebut meminta Bawaslu mengagendakan ulang seleksi calon anggota panwaslu kabupaten/kota se-Lampung.

Pria yang akrab disapa Dian itu mengatakan, saat tes tertulis di Aula Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, para peserta duduk berdekatan tanpa sekat pembatas. Hal tersebut berpotensi terjadi kecurangan, seperti menyontek, atau saling memberikan jawaban. Bahkan, berpotensi menggunakan joki. “Untuk itu, kami minta Bawaslu mengagendakan ulang seleksi (calon) anggota panwaslu di Lampung,” kata dia kepada duajurai.co via WhatsApp, Kamis, 13/7/2017.

Dian meminta Bawaslu menganulir tes tertulis yang dilakukan secara manual di Lampung. Bila permintaan itu tidak mendapat respons, maka pihaknya akan melakukan tindakan hukum. “Kami akan terus lakukan upaya-upaya agar segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Selain itu, Dian juga meminta Bawaslu memberi penjelasan ihwal hilangnya link berita yang memuat pernyataan ketua Bawaslu RI terkait tes berbasis computer assisted test (CAT). Dia tidak tahu apakah link tersebut mengalami gangguan atau karena hal lain, seperti diblokir atau dihapus. “Karena pernyataan bahwa Bawaslu akan pakai sistem CAT itu telah diliput oleh media massa. Bahkan, dikutip dalam berita di website resmi Bawaslu RI,” kata dia.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) itu menambahkan, dalam somasinya, dia meminta Bawaslu memberikan klarifikasi, baik lisan maupun tertulis. Klarifikasi dimaksud mengenai belum memadainya atau ketidaksiapan Bawaslu dalam rekrutmen calon anggota panwaslu dengan sistem CAT. “Yang tidak siap ini siapa dan mengapa?,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, salah seorang peserta tes calon anggota panwaslu kabupaten/kota se-Lampung memilih walk Out (keluar) dari lokasi tes dan akan melayangkan mosi tak percaya. Pasalnya, pria bernama S Dian Meiliyandi itu merasa dibohongi karena sistem tes tiba-tiba berubah menjadi manual. Padahal, Bawaslu RI menyatakan bahwa tes akan dilakukan dengan sistem CAT.(*)

Baca Tes Calon Panwaslu Lampung Tak Pakai Sistem CAT, Dian Meiliyandi Pilih WO

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Fraksi PKS Lampung Siapkan Program Pendidikan Demokrasi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Masyarakat masih kurang memahami tupoksi (tugas pokok dan fungsi) anggota DPRD. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *