27 Peserta Tidak Ikuti Tes Tertulis Panwaslu se-Lampung


S Dian Meiliyandi menyampaikan protes saat tes calon anggota pengawas pemilu (panwaslu) kabupaten/kota se-Lampung di UIN Raden Intan, Bandar Lampung, Senin, 10/7/2017. Dia merasa dibohongi karena sistem tes yang tiba-tiba berubah menjadi manual, bukan sistem CAT. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak 27 peserta tidak mengikuti tes tertulis calon anggota panitia pengawas pemilu (panwaslu) kabupaten/kota se-Lampung. Tes berlangsung di Aula Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Bandar Lampung, Senin lalu, 10 Juli 2017.

Situs Bawaslu Lampung yang dikutip pada Rabu, 12/7/2017, melaporkan, jumlah peserta dari wilayah I sebanyak 232 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 217 peserta yang mengikuti tes tertulis, dan 15 peserta tidak hadir. Sedangkan wilayah II berjumlah 150 peserta. Namun, 138 peserta yang ikut tes tertulis, dan 12 peserta absen. Sehingga, total yang tidak mengikuti tes tertulis sebanyak 27 peserta.

Alasan peserta tidak mengikuti tes, di antaraya tidak hadir tanpa alasan atau informasi. Ada yang menginformasikan bahwa tidak hadir karena sedang dalam tugas. Kemudian, salah satu peserta menyatakan walk out (WO). Sebab, yang bersangkutan merasa bahwa Bawaslu Lampung tidak melakukan proses tes melalui sistem computer assited test (CAT), tetapi masih menggunakan sistem manual.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah menyatakan bahwa pelaksanaan tes sistem CAT untuk saat ini belum memadai. “Perlu diketahui bahwa sistem tes tertulis bukan keputusan Bawaslu Lampung atau Timsel, melainkan keputusan Bawaslu RI,” kata Fatikhatul.(*)

Baca berita terkait:


Komentar

Komentar

Check Also

Fraksi PKS Lampung Siapkan Program Pendidikan Demokrasi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Masyarakat masih kurang memahami tupoksi (tugas pokok dan fungsi) anggota DPRD. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *