100 Mahasiswa FKIP Unila Kuliah Lapang Ekologi Pesisir di Teluk Pandan


SEBANYAK 100 mahasiswa FKIP Biologi Unila mengobservasi ekologi di Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, beberapa waktu lalu. Dalam kuliah lapang itu, mereka menanam mangrove dan bibit terumbu karang melalui transplantasi. | Mitra Bentala

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak 100 mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Biologi Universitas Lampung (Unila) kuliah lapang secara langsung dengan mengobservasi ekologi pesisir. Kuliah berlangsung di Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, beberapa waktu lalu.

Endro Sucipto, Staf Pemberdayaan Masyarakat Mitra Bentala, yang menjadi pemateri sekaligus pemandu kegiatan, menyampaikan tentang ekologi dan ekosistem pesisir kepada mahasiswa, seperti konservasi mangrove dan perlindungan terumbu karang. “Kedua faktor pembetuk ekosistem pesisir tersebut mesti tetap terjaga keberadaannya demi keberlangsungan ekologi,” kata dia dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co.

Arwin Surbakti, dosen pendamping mahasiswa Unila, mengatakan, kegiatan tersebut bagian dari mata kuliah ekologi. Mahasiswa mengamati langsung proses pembentuk dan daya dukung lingkungan yang harus tetap terjaga. Sehingga, kehidupan ekologi di pesisir tetap terjaga. “Desa Batu Menyan merupakan lokasi yang ditetapkan Mitra Bentala sebagai pusat pendidikan ekosistem pesisir. Siapa pun dapat belajar, termasuk mahasiswa Unila,” ujarnya.

Selain mendapatkan materi, mahasiswa juga menanam mangrove dan bibit terumbu karang melalui transplantasi. Sekitar 96 buah bibit terumbu karang dalam delapan medium yang tertanam di lokasi tersebut.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Penerimaan Siswa Baru, SMAN 2 Bandar Lampung Keluhkan Sistem Zonasi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – SMA Negeri 2 Bandar Lampung mengeluhkan sistem zonasi dalam penerimaan siswa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *