OPINI ANDI DESFIANDI: Macet Jalinsum, Konektivitas dan Infrastruktur Lampung (2-habis)


ARUS kendaraan di Jalinsum, By Pass, Bandar Lampung, pada H-7 Lebaran lalu, Senin, 19/6/2017. | Imelda Astari/duajurai.co
Dr Andi Desfiandi | ist

APA yang sudah dilakukan oleh kepala daerah di Lampung mulai dari Gubernur, para wali kota dan bupati mungkin sudah cukup baik. Namun melihat permasalahan maupun peluang Provinsi Lampung ke depan yang bakal lebih besar dan kompleks, sudah saatnya pemerintah daerah bergandengan tangan dan bahu membahu menyikapinya.

Para kepala daerah dan jajarannya perlu duduk bersama dan serius dalam membenahi konektivitas transportasi serta infrastruktur dan penunjangnya dengan menggandeng pemerintah pusat dan pihak swasta. Sangat diperlukan terobosan-terobosan yang cepat dan bernas dari pemangku kepentingan, terutama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota, serta pihak swasta, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama membenahi konektivitas transportasi di Provinsi Lampung.

Tidak akan lama lagi aglomerasi akan terjadi di Lampung, dan karenanya pemda harus benar-benar mempersiapkannya dengan seksama. Apa yang terjadi apabila Jalan Tol Trans Sumatera sudah selesai, Bandar Udara Radin Inten II benar-benar sudah layak menjadi airport internasional, Bandara Taufik Kiemas sudah selesai ditingkatkan statusnya, Pelabuhan Bakauheni sudah ditambah dermaga serta fasilitasnya, Pelabuhan Panjang sudah selesai perluasan serta penambahan infrastruktur dan penunjangnya?

Belum lagi jika sentra-sentra industri selesai dibangun, sentra-sentra pertanian dan sentra-sentra wisata mulai dibangun juga sentra-sentra ekonomi lainnya juga siap dijalankan. Sungguh sulit dibayangkan bahwa akan terjadi “bottle necking” transportasi d isetiap titik jalur distribusi, juga tidak mampunya infrastruktur dan penunjangnya menampung seluruh aktvfitas ekonomi dan sosial.

Tentu saja kondisi terrsebut akan berdampak buruk terhadap perekonomian Provinsi Lampung dan menjadi hambatan bagi Investor maupun pelaku ekonomi lainnya untuk menjadikan Lampung sebagai tujuan utama investasi mereka.

Melihat demikian banyaknya perhatian pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur, suka tidak suka, kita harus nyatakan bahw a Lampung sudah menjadi salah satu mutiara tersembunyi di Sumatera yang dilirik oleh para pelaku ekonomi, nasional maupun internasional.

Selain memiliki beragam kelebihan baik secara demografi dan geografi, jangan sampai pada akhirnya peluang-peluang tersebut terlambat diantisipasi oleh pemeritah daerah dan juga masyarakat Lampung sendiri.(*/habis)

Dr Andi Desfiandi SE MA | Ketua Yayasan Alfian Husin | Mantan Rektor IBI Darmajaya


Komentar

Komentar

Check Also

OPINI ANDI DESFIANDI: Skandal Garuda, Momentum Bersih-Bersih BUMN

DR ANDI DESFIANDI SE MA | Ketua Bidang Ekonomi DPP Bravo Lima SKANDAL Direksi Garuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *