Catatan Pemudik: Hati-Hati Lintasi Jalinsum Lampung


Yanto dan istri sedang beristirahat di seberang RS Imanuel, Jalan Soekarno-Hatta, By Pass, Way Halim, Bandar Lampung, Jumat, 23/6/2017. Mereka mudik naik sepeda motor dari Serang, Provinsi Banten, menuju Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bagi pemudik yang melintasi Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) di Provinsi Lampung perlu berhati-hati. Pasalnya, kondisi jalan di beberapa titik tampak bergelombang dan berlubang, sehingga membahayakan keselamatan pengendara.

“Di sekitar kawasan simpang Gayam, Kabupaten Lampung Selatan, ada gelombang jalan yang cukup parah. Kalau yang pertama kali mudik pakai sepeda motor pasti kaget, dan itu berbahaya. (Sebab), kondisi jalan bisa membuat ban motor selip sehingga menyebabkan kecelakaan,” kata Ariyanto (35), salah satu pemudik, saat ditemui sedang beristirahat di seberang Rumah Sakit Imanuel, Jalan Soekarno-Hatta, By Pass, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Jumat, 23/6/2017. Dia bersama sang istri mudik naik sepeda motor dari Serang, Provinsi Banten, menuju Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Lampung.

Selain dekat simpang Gayam, catatan Ariyanto, jalan bergelombang juga tampak setelah kawasan Tarahan ke arah Panjang, Bandar Lampung. Ketinggian gelombang jalan, baik di kawasan tersebut maupun di Panjang sekitar 5-10 centimeter. “Kondisi badan yang lelah akan menurunkan konsentrasi. Jadi, bisa mudah panik ketika tiba-tiba motor oleng karena gelombang jalan. Makanya, harus hati-hati bagi pemudik yang lewat jalur itu,” ujarnya.

Sepanjang perjalanan, dia menyaksikan banyak pemudik yang naik sepeda motor dengan beban terlalu banyak. Beban dimaksud, penumpang yang berlebih, maupun barang bawaan di sepeda motor. “Saya ngeri melihatnya. Banyak sekali yang satu motor penumpangnya bisa empat orang. Itu sangat berbahaya. Walaupun tradisi mudik, tapi keselamatan harus diutamakanlah,” kata dia.

Satu hal lagi, Ariyanto melihat banyak posko mudik yang tampak kosong di sepanjang Jalinsum. Posko-posko tersebut hanya terpasang tendan dan membuat ramai tepi jalan. “Banyak benar posko kosong. Hanya ada tendanya saja. Padahal, kan hari ini puncaknya arus mudik,” ujarnya.(*)

Baca juga Cerita Yanto, Mudik Naik Sepeda Motor dari Serang ke Kotabumi Lampung Utara

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *