PUASA SANG DUAFA: Penghasilan Pas-pasan, Warni Tak Mau 3 Anaknya Jadi Tukang Jamu Gendong


Warni, Pedagang Jamu Keliling di Bandar Lampung | Rudi Sabli / duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Warni Sumiyem (50), pedagang jamu gendong keliling di Bandar Lampung berharap ketiga anaknya tidak mengikuti jejaknya. Dia menginginkan anak-anaknya memiliki pekerjaan yang lebih layak darinya.

“Saya berharap ketiga anak saya tidak mengikuti jejak saya dan suami yang bekerja dengan penghasilan yang tidak tetap. Kami maunya anak-anak bisa hidup dengan layak tanpa harus bersusah payah dan terpisah satu sama lain,” Kata Warni dengan mata berkaca-kaca saat ditemui duajurai.co di Terminal Induk Rajabasa Bandar Lampung Minggu sore, 18/6/2017.

Warni menuturkan, setiap dirinya beranjak dari rumah hendak menjajakan jamu, ia selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar nantinya, setiap keringat yang keluar dari tubuhnya bisa menghasilkan rezeki yang cukup agar kebutuhan keluarganya bisa tercukupi. Sebab, penghasilannya yang berkisar Rp45 ribu hingga Rp60 ribu itu terkadang hanya cukup untuk membeli bahan pokok pembuat jamu serta untuk kebutuhan hidup seperti makan, kebutuhan anak-anaknya, dan biaya kontrakan.

“Saya dan suami ingin sekali punya rumah sendiri, jadi tak perlu ngontrak sana-sini. Kasian anak-anak, apalagi sekarang mereka sudah beranjak dewasa,” ujarnya.(*)

 Liputan ini merupakan kerja sama duajurai.co dengan NU Care dan LAZIS NU Provinsi Lampung. Setiap duafa yang menjadi narasumber mendapatkan santunan dari NU Care-LAZIS NU.

Baca: PUASA SANG DUAFA: Kisah Warni Pedagang Jamu Keliling, Setahun Sisihkan Uang Demi Mudik ke Jawa

Laporan Rudi Sabli 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top