PUASA SANG DUAFA: Enggak Ada Uang untuk Makan, Suharwadi Konsumsi Buah Tak Laku


Suharwadi (70), pedagang buah keliling | Rudi Sabli/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Suharwadi (70), pedagang buah keliling, mengaku pernah tidak makan karena tak punya uang. Ayah tujuh anak itu akhirnya mengonsumsi buah yang tak laku untuk bertahan hidup.

“Saya pernah beberapa hari tidak makan karena tidak memmiliki uang. Saat itu, uang saya kirim kepada anak di Jawa. Akhirnya, saya makan pisang dan pepaya yang tidak habis terjual,” kata Suharwadi saat melintas di bawah flyover di Jalan Gajah Mada, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Sabtu, 17/6/2017.

Warga Sumur Putri, Telukbetung, itu mengatakan, penghasilannya menjajakan buah sekitar Rp25 ribu-Rp35 ribu per hari. Selain biaya hidup, pendapatan tersebut dia gunakan untuk membayar kontrakan sebesar Rp120 ribu per bulan. “Bukan saya tidak ingin berhenti bekerja. Tapi, saat ini saya sedang menabung agar bisa berkumpul bersama anak-anak di Jawa, tahun ini,” ujarnya.

Suharwadi menambahkan, dirinya harus memutar otak untuk bertahan hidup. Sebab, hasil keringatnya dia kirim juga untuk sang anak di Jawa. “Kalau tidak ada duit untuk membeli makananan, terpaksa saya harus memakanbuah-buahan yang tidak laku terjual,” kata dia.(*)

Liputan ini merupakan kerja sama duajurai.co dengan NU Care dan LAZIS NU Provinsi Lampung. Setiap duafa yang menjadi narasumber mendapatkan santunan dari NU Care-LAZIS NU.

Baca juga PUASA SANG DUAFA: Jalan Kaki 70 Km Jual Buah, Hasil Keringat Suharwadi Rp25 Ribu

Laporan Rudi Sabli


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top