PUASA SANG DUAFA: Bisa Buat Roti, Ponimin Ingin Punya Usaha Sendiri


Ponimin (63), penjaja roti | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ponimin (63), penjaja roti, pernah bekerja di pabrik roti selama belasan tahun. Dari pengalamannya itu, dia punya keterampilan membuat roti.

Warga Kupang Teba, Telukbetung Utara, Bandar Lampung, itu masih mengingat jelas cara membuat roti yang empuk dan lezat. Sehingga, dia punya keingingan untuk membuka usaha roti sendiri. Namun, apalah daya, dia terbentur dengan masalah modal. Keterbatasannya yang saat ini hanya berjualan roti keliling milik orang lain, tak memungkinkan dirinya untuk menyisihkan sedikit penghasilannya untuk ditabung. Hasil keringat ayah dua anak itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya punya cita-cita kepengen buka usaha roti. Tapi, ya harus ada modal besar. Karena kan harus beli alat-alat segala macam. Belum ada modalnya,” kata Ponimin dengan lirih saat ditemui di Jalan Ikan Tenggiri, Telukbetung, Jumat, 16/6/2017.

Keinginan membuka usaha roti juga karena Ponimin memikili perasaan yang mengganjal. Dia merasa bersalah karena tak mampu menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi. Anak bungsunya setelah lulus SMA pernah meminta untuk kuliah. Namun, kondisi keuangan waktu itu tak memungkinkan. Sehingga, dia tak mampu memenuhi permintaan sang anak.

Berbekal ijazah SMA, putra Ponimin itu pernah beberapa kali bekerja. Tapi, sekarang sedang menganggur dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar mengaji. “Anak saya pengen banget lanjut kuliah saat itu. Dia sempat marah pas saya bilang tak ada biaya. Tapi, mau gimana, uangnya benar-benar enggak ada. Saya merasa bersalah sama anak,” ujarnya.

Saat ini, Ponimin, istri, dan anak bungsunya tinggal di rumah milik orang. Dia sudah 20 tahun menempati rumah tersebut secara gratis. Namun, Ponimin dan keluarganya juga siap jika sewaktu-waktu rumah itu akan dipakai oleh si pemilik. “Kalau rumahnya mau diambil sama pemiliknya, ya saya pulang kampung saja. Bisa ke Gading Rejo, atau ke Karanganyar, Lampung Selatan,” kata dia.(*)

Liputan ini merupakan kerja sama duajurai.co dengan NU Care dan LAZIS NU Provinsi Lampung. Setiap duafa yang menjadi narasumber mendapatkan santunan dari NU Care-LAZIS NU.

Baca juga PUASA SANG DUAFA: Seharian Keliling Jual Roti, Ponimin Pernah Pulang Bawa Uang Rp6.000

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top