Isi AJRD, Jurnalis Senior Udo Z Karzi Bicara Soal Artikel di Media Massa


JURNALIS senior Udo Z Karzi (pakai kemeja) menjadi pemateri tamu pada program Akademi Jurnalis Ramadan Duajurai (AJRD), Kamis, 15/6/2017. Redaktur Pelaksana Harian Fajar Sumatera itu menyampaikan materi mengenai artikel di media massa. | Rudi Sabli/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Jurnalis senior Zulkarnain Zubairi mengisi Akademi Jurnalis Ramadan Duajurai (AJRD) di Kantor duajurai.co, Jalan Dr Harun II, Perumahan Gading Jaya II Blok H Nomor 18, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Kamis, 15/6/2017. Pria yang akrab disapa Udo Z Karzi itu menyampaikan materi mengenai artikel di media massa.

Udo mengatakan, untuk membuat sebuah artikel, penulis harus memahami terlebih dahulu pokok persoalan atau materi yang akan ditulisnya. “Sebab itu, sebuah tulisan harus didukung dengan fakta dan data,” kata dia.

Menurut sastrawan itu, terdapat beberapa syarat ihwal kepenulisan di media massa. Syarat dimaksud, antara lain tema yang aktual, kontekstual, dan spesifik. Selain itu, gagasan tulisan harus asli (orisinal). Kemudian, menggunakan bahasa Indonesia jurnalistik, dan cara penyajian tidak berkepanjangan, uraian runut, jernih, dan argumentatif. “Setiap penulis punya gaya masing-masing. Sehingga, ketika menulis artikel, jangan pikirkan akan diterbitkan dimana, karena itu bergantung gaya penulisnya saja,” ujarnya.

Mengenai orisinalitas, tambah dia, sebuah tulisan di media massa sebenarnya tidak selalu harus benar-benar orisinal, atau meluncur dari kata-kata sendiri. Meski begitu, setiap tulisan tidak mungkin sama, baik itu teknik penyampaian maupun cara berbahasanya. “Setiap orang punya gaya masing-masing. Walaupun itu bahannya sama, cara pandangnya sama, (dengan orang lain, atau tulisan lain), tapi tentu tetap hasil tulisannya akan berbeda,” kata dia.

AJRD 2017 memberikan berbagai materi jurnalistik seperti teknik wawancara, menembus narasumber, menulis berita, menulis artikel, Kode Etik Jurnalistik, kiat menjadi wartawan media online, perkembangan media massa, fotografi, dan lain-lain. Ada pula materi soal public relation, menonton film jurnalistik, dan sebagainya.

Pada akhir pelatihan, akan dipilih tiga peserta terbaik. Ketiganya akan mendapatkan sertifikat dan uang tunai dengan rincian, terbaik I Rp1,25 juta, terbaik II Rp750 ribu, terbaik III Rp500 ribu. Selain mendapat sertifikat, semua peserta juga berkesempatan menjadi jurnalis duajurai.co.(*)

Baca juga AJRD 2017, Dosen Unila Dicky Hidayat Ajari Peserta Menulis Sains-Teknologi

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top